Di Hadapan Mahasiswa, Prof Rokhmin Ajak Unsulbar Wujudkan Indonesia Emas 2045

Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS saat menjadi bawakan Orasi Ilmiah PKKMB Usulbar, Rabu (17/8/2022).

Jurnalis : Shelynda Trifebriani Nursalam

Unsulbar News, Majene – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS hadir di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Prof Rokhmin hadir membawakan orasi ilmiah pada masa Penggenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (17/8/2022).

Dalam orasinya Prof Rokhmin membahas tentang menyiapkan mahasiswa Unsulbar yang sukses dan mampu berkontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Guru besar IPB University itu mengatakan dari penduduk Indonesia yang berusia antara 18-25 tahun, hanya 36% yang dapat berkuliah di berbagai universitas yang ada di Indonesia termasuk Unsulbar.

Sehingga menekankan para mahasiswa baru (maba) yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan tinggi agar selalu bersyukur.

Lanjutnya, terdapat pula 22,4% dari penduduk usia remaja dalam kisaran 15-24 tahun yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak sedang mengikuti pelatihan. Artinya, dari 100 penduduk yang berusia muda, ada 22-23 orang yang nganggur, tidak bersekolah dan tidak sedang ikut training.

“Jadi sekali lagi, kalian harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya dihadapan mahasiswa baru.

Sebagai perguruan tinggi, Unsulbar harus memenuhi beberapa poin, yaitu kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan.

Serta sarana dan prasarana, juga networking yang terdiri dari perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan media massa.

“Karena betapa pun perguruan tinggi kerja keras, jungkir balik, ada inovation, kalau tidak dipublikasi, ya orang gak tahu”, jelasnya secara terpisah kepada Unsulbar News.

Indonesia yang saat ini memiliki kependudukan usia produktif lebih banyak, sangat membutuhkan peran serta pendidikan.

Pria kelahiran 1958 tersebut menjelaskan, pendidikan dan sekolah avokasi berperan sangat penting dalam meningkatkan produktifitas, daya saing, kemajuan, dan kesejahteraan suatu bangsa.

“Selain itu pendidikan dapat mempercepat transisi struktur angkatan kerja,” tambahnya.

Olehnya itu, Unsulbar hadir sebagai wadah bagi masyarakat Sulawesi Barat bahkan Indonesia untuk memberikan kesempatan dan mempermudah masyarakat. agar dapat menempuh pendidikan yang layak.

Profesor sebagai pembicara yang merupakan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan periode 2001-2004 menyebutkan Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia. Dimana penduduk yang besar akan menjadi pasar domestik yang besar pula.

“Jika ditanya apa memang ya jumlah penduduk dijadikan sebagai modal dasar atau berkah? Yes!. Karena dari perspektif ekonomi dan bisnis, kalau penduduk suatu negara itu besar berarti potensi pasar domestik itu besar juga,” ungkap Prof Rokhmin.

Setiap insan, maba Unsulbar pasti mendambakan kehidupan yang sukses dan bahagia. Salah satu jalan agar dapat menjadi insan yang bahagia adalah dengan berhasil membanggakan bukan hanya diri dan orang tua, namun untuk bangsa dan negara.

“Tetapi kalian nanti pada saat lulus jadi alumnus Unsulbar, dipastikan ikut menyumbangkan kapasitas kalian, etos kerja kalian, kebajikan kalian. Untuk Indonesia emas tahun 2045 paling lambat”, jelas Rokhmin untuk membakar semangat para maba.

Profesor senior yang masih aktif meneliti ini berharap dalam orasi ilmiahnya dapat memberikan semacam perspektif atau arahan dan bekal bagi mahasiswa baru untuk hidup sukses dan bahagia.

Pembicara yang berhasil mendapat gelar doktor dari School for Resources and Environmental Studies Dalhousie University, salah satu Universitas di Kanada, mengharapkan maba dapat menempuh pendidikan hingga selesai dan berhasil mewujudkan Indonesia emas 2045.

Kuncinya adalah adanya kerja sama antara pemerintah dan rakyat termasuk masyarakat Unsulbar. Jika mampu untuk bekerja keras, cerdas, dan ikhlas dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan peningkatan sumber daya manusia. Maka Indonesia akan maju, makmur, berdaulat.

“Bukan 2045 pak rektor, tapi 2035 bisa kita gapai”, ikhtiar pria lulusan Kanada ini.

Namun sebaliknya, apabila gagal mewujudkannya, maka keburukanlah yang akan menguasai negeri ini.

“Andai kita dan pemerintah Indonesia termasuk mahasiswa Unsulbar gagal menciptakan lapangan kerja dan kita gagal meningkatkan sumber daya manusia, yang terjadi adalah pengangguran terdidik yang membludak. Itulah kriminalitas, pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, kemaksiatan, dan kekufuran lain akan merajalela,” tambah Rokhmin selaku Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok