
Jurnalis : Masdin
Unsulbar News, Majene — Lipa Saqbe Mandar adalah kerajinan tenun sutra masyarakat Mandar Sulawesi Barat (Sulbar).
Lipa Saqbe Mandar sendiri memiliki ciri khas dalam corak atau motifnya, yakni sure’ dan bunga.
Kain tenun ini masih terus diproduksi meski skala rumahan oleh kelompok penenun, seperti di Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.
Mengingat kain khas mandar ini perlu dilestarikan dan dikembangkan, Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berupaya melakukan hal itu lewat program pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Mereka adalah Nur Adyla S, ST., MT, Nurlaela, SP., M.Si, dan Haeruddin Hafid, SE., MM. yang menggandeng mitra kelompok penenun Batu Mangnganga yang diketuai Abd Wahab.
Nur Adyla menuturkan program tersebut telah dilakukan Agustus 2022 lalu. Beragam kegiatan selama program dilakukan termasuk penataan kawasan Renggeang Sutra.
“Renggeang Sutra ini sebagai tempat pengelolaan bahan baku lipa saqbe hingga menjadi produk lipa saqbe, penataan kawasan ini melibatkan tidak hanya kelompok penenun namun juga kepala desa dan masyarakat,” ungkapnya kepada Unsulbar News, Minggu (2/10/2022).
Penataan kawasan tersebut kata dosen dari Fakultas Teknik Unsulbar itu berlangsung selama dua bulan.
Selain penataan, juga dilakukan pelatihan digital marketing bagi kelompok penenun lipa saqbe pada Senin, 25 Juli lalu.
Serta pelatihan inovasi produk bagi kelompok penenun yang dilaksanakan di aula kantor desa Renggeang pada Kamis, 4 Agustus 2022.
Nur Adyla menuturkan, lewat kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu mengembangkan kelompok penenun yang mandiri secara ekonomi.
Beberapa tujuan lain yaitu memiliki dampak positif bagi pelestarian budaya Mandar yaitu pengenalan proses pembuatan sarung tenun.
Meningkatkan perekonomian desa dengan pengembangan industri kreatif berbasis wisata budaya pada kawasan renggeang sutra.
Dan mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya terkait peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi penenun.
“Namun ada peningkatan penataan kawasan yang diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Polewali Mandar,” pungkasnya.
Adapaun kegiatan pengabdian selanjutnya yang akan dilaksanakan para dosen Unsulbar, adalah pelatihan budidaya murbei dan pemeliharaan ulat sutra untuk meningkatkan keterampilan kelompok penenun dalam pemenuhan bahan baku produk lipa saqbe.
Pendanaan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hibah dari kemendikbudristek tahun 2022.

