
Jurnalis : Masdin
Unsulbar News, Majene – Tim Kedaireka-Matching Fund Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) launching alat teknologi tepat guna ‘eco-SMARTY’, Minggu (11/12/2022).
Terdapat dua desa yang mendapatkan alat eco-SMARTY ini, yaitu Desa Mammi dan Desa Sumberjo, di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Alat ini merupakan inovasi teknologi terbarukan yang belum pernah ada sebelumnya dan merupakan capaian dari program Kedaireka-Matching Fund 2022.
Tidak hanya peluncuran alat saja, kesempatan ini juga dilakukan pelatihan biokonversi sampah organik menjadi pupuk dengan alat eco-SMARTY tersebut.
Ketua Tim Kedaireka Matching Fund Unsulbar, Mufti Hatur Rahmah dalam keterangannya menjelaskan tentang alat tersebut.
Dosen program studi pendidikan Biologi tersebut mengatakan, eco-SMARTY merupakan alat teknologi tepat guna berupa bioreaktor pengolahan sampah atau limbah organik.
Pengolahan dengan melalui proses fermentasi set pengaturan yang terstandarisasi disesuaikan dengan SNI 2803:2010 tentang NPK Pupuk, agar diproduksi pupuk organik cair dan pupuk organik padat sekaligus biogas yang dapat langsung diaplikasikan ke tanaman.
“Dan bahkan hasil produksinya dapat memiliki nilai ekonomi sehingga menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat di desa percontohan yang ditunjuk sebagai lokasi awal penempatan alat tersebut,” kata Mufti kepada Unsulbar News (12/12).
Berlatar belakang keilmuan bioteknologi, Mufti Hatur Rahmah mendesain dan merancang alat eco-SMARTY ini dengan memformulasikan konsep bioproses dari mikroorganisme dekomposer, dalam melakukan proses fermentasi dan dekomposisi bahan organik.
Konsep smart-energy dalam pengoperasian alat menggunakan sistem panel surya, sehingga tidak malah membebani masyarakat kedepannya dengan biaya listrik, dan konsep automatisasi mesin alat sehingga masyarakat mudah untuk memahami pengoperasian dan maintanencenya dalam melangsungkan keberlanjutan alat ini dalam jangka panjang.
“Dengan launchingnya alat eco-SMARTY ini untuk memperkenalkan teknologi tepat guna fermentor pupuk yang akan membantu masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, biokonversi limbah organik menjadi pupuk organik menggunakan eco-SMARTY ini telah diuji fungsinya dan melalui uji coba pembuatan pupuk dan telah menghasilkan prototipe produk komersial pupuk cair.
“Ini akan menjadi pemantik semangat baru bagi masyarakat Polman untuk melihat bahwa sampah yang selama ini menjadi masalah dapat dijadikan produk lain yang memiliki manfaat, bahkan dapat dijadikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat di Polman,” ungkapnya sebagai harapan.
Tutur hadir pada acara launching alat eco-SMARTY, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, Rahman menyampaikan bahwa alat ini merupakan inovasi yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Polman.
Alasannya karena pengolahan sampah skala rumah tangga yang paling banyak adalah sampah organik. Jika di skala desa telah memiliki alat pengolahan sampahnya, maka persoalan ada atau belum adanya TPA dapat teralihkan ke pengelolaan sampah oleh masyarakat secara mandiri.

