Rektor Unsulbar Prof Abdy Apresiasi Program Beasiswa BI

Rektor Unsulbar Prof Dr Muhammad Abdy saat memberikan sambutan pada sosialisasi BI, Senin (8/5/2023)/Foto: Unsulbarnews.

Jurnalis : Masdin

Unsulbar News, Majene — Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Prof Dr Muhammad Abdy, M Si hadiri kegiatan Bank Indosenia (BI), Senin (8/5/2023).

Kegiatan BI ini adalah Sosialisasi Kebangsentralan dan Bincang Milenial Cinta Bangga Paham Rupiah.

Berlangsung di ruang Teater, gedung A Unsulbar, Prof Abdy diberikan kesempatan menyampaikan sambutan.

Dalam sambutan, Prof Abdy mengapresiasi BI atas program Beasiswa yang selama ini diberikan ke mahasiswa Unsulbar.

Pasalnya bantuan biaya pendidikan dari program BI ini dinilai sangat membantu mahasiswanya.

“Sangat membantu, apalagi melihat kondisi ekonimi mahasiswa yang berpariasi,” ujarnya.

Diwancara terpisah, Prof Abdy menjelaskan bahwa salah satu kendala dihadapi mahasiswa Unsulbar adalah persoalan biaya kuliah.

“Kemampuan mahasiswa dari segi pendanaan sebagian masih sangat kurang. Kebijakan kami memberikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) terendah,” ungkap Rektor yang dilantik April lalu itu.

Meski telah menerapkan kebijakan UKT rendah serta bantuan beasiswa lain, hal ini dikatakannya masih kurang.

Sehingga kehadiran BI dengan bantuan biaya pendidikannya sangat membantu.

“Semoga program BI seperti ini bisa terus lahir dan ditingkatkan lagi,” harapnya.

Mengingat tahun ini kembali dibuka pendaftaran beasiswa BI dan telah masuk tahap wawancara, Prof Abdy proses seleksi berjalan lancar.

“Mudah-mudahan bisa bersaing dan mengikuti tes dengan baik. Kalo perlu bisa diterima semua (mahasiswa Unsulbar),” guraunya.

Secara terpisah, Perwakilan Pimpinan BI Sulbar, Surya Nugrahadi merespon positif pernyataan Rektor Unsulbar Prof Abdy.

Kata dia, pengadaan beasiswa BI bagi mahasiswa Unsulbar salah satu implementasi kerjasama BI dan Unsulbar.

“Kami juga berterima kasih dan mengapresiasi kerja sama yang terbangun dengan Unsulbar,” tuturnya kepada Unsulbar News.

Perihal permintaan penambahan kuota yang dikatakan Prof Abdy, dimana yang sebelumnya hanya 50 mahasiswa, Surya menjelaskan itu bisa saja terjadi.

“Seluruh kebijakan dan kerangka acuan kerja itu diatur oleh pusat, kami di daerah hanya menjalankan apa yang telah di atur pusat,” terang pria berkaca mata itu.

“Namun tidak menutup kemungkinan penambahan kuota selama memenuhi ketentuan dan kriteria,” bebernya lagi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok