
Jurnalis: Nur Ismailaihatul Jannah
Unsulbar News, Majene — Tim pengabdian dari Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat sukses melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat Desa (PKM) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. (1/11/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Pamboborang Melalui Pelatihan Ekowisata Berbasis Potensi Lokal Untuk Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan”.
Program ini dilatarbelakangi oleh potensi besar yang dimiliki Desa Pamboborang, seperti Air Terjun Buttu Pamboborang dan sumber mata air Uwai Turang, serta industri kreatif pandai besi “Pattappa Bassi” yang merupakan warisan budaya lokal.
Namun, potensi tersebut belum dikelola secara optimal akibat minimnya promosi, belum terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta pengelolaan sampah yang belum memadai.
Kegiatan pengabdian berlangsung selama lima bulan, mulai Juli hingga November 2025, dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat.
Tim pelaksana kegiatan ini terdiri atas Virda Evi Yanti Deril, S T, M T, selaku ketua pengabdi, serta dua anggota tim yaitu Sri Apriani Puji Lestari, S T, M T, dan Nur Okviyani, S Si, M T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, antara lain Filsa Auliah Wulansari, Putri Arianti S, Hamdan, Muh Halil, dan Muh Sukran.
Selain itu, kegiatan ini juga menggandeng Pemerintah Desa Pamboborang sebagai mitra utama, serta melibatkan tokoh masyarakat, pengrajin pandai besi, dan pemuda karang taruna sebagai peserta aktif.
Selama pelaksanaan kegiatan, tim pengabdi memberikan tiga jenis pelatihan utama kepada masyarakat. Pertama, pelatihan manajemen destinasi wisata yang mencakup konsep ekowisata, pelayanan wisata (hospitality), serta fasilitasi pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Kedua, pelatihan pemasaran digital melalui lokakarya pemanfaatan media sosial dan situs web desa sebagai sarana promosi destinasi wisata.
Ketiga, pelatihan konservasi lingkungan berupa edukasi pengelolaan sampah dengan pembuatan komposter sederhana untuk mengurangi limbah organik dan anorganik.
Sebagai hasil nyata dari program ini, terbentuk satu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang kini aktif mengelola kegiatan wisata lokal, meningkatnya visibilitas digital desa melalui akun media sosial resmi, serta penerapan sistem pengelolaan sampah dengan komposter di beberapa titik strategis desa.
Ketua tim pengabdi, Virda Evi Yanti Deril, menyampaikan harapan agar hasil program ini dapat berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Kami merekomendasikan adanya pendampingan lanjutan secara intensif bagi Pokdarwis yang telah terbentuk untuk merumuskan rencana aksi otonom yang definitif,” ujarnya.
“Selain itu, kami berharap Pokdarwis dapat menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, seperti Dinas Pariwisata dan BUMDes, agar keberlanjutan ekonomi desa dapat terwujud,” tambahnya.
Dari kegiatan ini menunjukkan komitmen Unsulbar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat desa.
Editor: Nurul Inzana Filail

