
Penulis : Dhita Tiara Sukma
Unsulbar News , Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengundang Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk orasi ilmiah pada Wisuda ke-15 dan Profesi ke-6 yang berlangsung di Gedung Auditorium, Kamis (30/11/2023).
Dari undangan ke Kementerian Pertanian, hadir Prof Ir Muhammad Arsyad, SP., M.Si.,Ph D selaku staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertanian RI, sekaligus bawakan orasi ilmiah dalam rangkaian wisuda tersebut.
Pada kesempatannya, Prof Arsyad menyampaikan orasi ilmiah terkait kebijakan Kementerian Pertanian mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Hal ini tentunya berkaitan dengan tema dies natalis Unsulbar mengenai ketahanan pangan.
Pangan Global dan Indonesia Tidak Dalam Kondisi Stabil
Prof Arsyad membahas situasi pangan global yang belum stabil hingga sekarang. Ia menyampaikan kondisi pangan global sedang tidak baik-baik saja. Beliau yakin hal ini dipengaruhi oleh perubahan iklim yang sulit diprediksi.
“Dikarenakan sektor pertanian dihadapkan pada dinamika perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi (iklim ekstrem elbino). Serta diperparah dengan situasi geopolitik yang mengganggu ketersediaan dan akses pangan. Hal ini berdampak terhadap penurunan produksi dan terganggunya distribusi pangan,” jelasnya.
Kondisi seperti ini merupakan peringatan bagi ketahanan pangan nasional, karena ketahanan pangan akan berdampak pada ketahanan negara.
Prof Arsyad mengatakan kondisi pangan di Indonesia juga menurun. Produksi beras di Indonesia sendiri mengalami penurunan akibat ancaman elbino. Kondisi seperti ini sangat berbahaya bagi Indonesia.
“Dalam kondisi ini membuat Indonesia mengimpor beras sebanyak 3,5 ribu untuk cadangan pangan pemerintah, kondisi ini berbahaya untuk ketahanan pangan dan ketahanan negara kita,” ujarnya saat orasi.
Dengan Unsulbar Indonesia Akan Menjadi Lumbung Pangan Dunia
Sebelum mengakhiri orasinya, Prof Arsyad sangat mengharapkan dan yakin bahwa Unsulbar akan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia nantinya.
“Dengan usaha keras dan dukungan semua pihak termasuk mahasiswa, alumni dan Civitas Akademika Unsulbar ini, insya Allah Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia 2033, sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri serta dapat melakukan ekspor beras ke mancanegara, ”ucapnya penuh harap.

