Penerima KIP Kuliah Ini Salah Satu Wisudawan Terbaik Unsulbar, Raih IPK Sempurna 4,00

Multazam Mustari S Pt/Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Ihsan Badrah

Unsulbar News, Majene – Multazam Mustari menjadi lulusan terbaik Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menjadikannya salah satu dari 8 wisudawan terbaik pada wisuda ke-15, Kamis (30/11/2023).

Perempuan akrab disapa Multa ini lahir 13 April 2001 di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, dan merupakan anak pertama dari ayah bernama Mustari dan ibu bernama Banring.

Tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Peternakan tahun angkatan 2019, ia mampu menyelesaikan studinya dengan meraih Indek Prestasi Komulatif (IPK) sempurna 4,00.

Adapun  judul skripsi atau tugas akhir yang megantarkan dirinya menjadi seorang sarjana adalah “Tingkat Kepuasan Peternak Terhadap Program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (Autis/k)”.

Penerima Beasiswa KIP Kuliah

Saat menempuh pendidikannya di Unsulbar,  Multa merupakan penerimah beasiswa Kartu Indonesi Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah, ia punya tekat besar untuk terus belajar dan mengukir prestasi.

Mendapatkan perdikat sebagai wisudawan terbaik bukanlah hal mudah baginya, tentu punya niat yang penuh dan juga harus punya target, untuk itu ia rajin belajar dan mengikuti seluruh rangkaian perkuliahan secara maksimal.

“Jadi memang saya dari awal itu, setiap semester IPK saya 4,00 sampai semester akhir. Memang kita harus tekun balajar dan harus juga maksimal dalam mengikuti perkuliahan karena saya memang punya target untuk jadi yang terbaik,” ucapnya.

Baca juga: Daftar 8 Nama Lulusan Terbaik Unsulbar di Wisuda XV 2023

Ia menilai kuliah di Unsulbar bukan hanya persoalan mendapatkan gelar, tetapi sebuah perjalanan penuh warna yang membentuk dirinya menjadi yang lebih baik.

Sekilas Tentang Penelitian Multazam

Tingkat Kepuasan Peternak Terhadap Program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau  (Autis/k) adalah judul penelitian yang dilakukan Multaza.

Menurutnya usaha peternakan di Indonesia menjadi bagian penting, karena merupakan negara agraris yang masyarakatnya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.

Katanya  khusus Kabupaten Polewali Mandar telah mengikuti program asuransi sejak 2017-2022 dan sempat mengalami penurunan peserta asuransi, itulah mengapa ia melakukan penelitian tersebut.

Mengenal Kegiatan Selama Kuliah

Selain dari kegiatan perkuliahan yang ia jalani, gadis cantik dan cerdas ini juga ikut membantu orang tuanya dalam menjalankan tugasnya sebagai sektor peternakan.

“Untuk mengisi kekosongan, karena orang tua juga bekerja pada sektor peternakan, yakni sebagai petugas inseminasi buatan yang setiap harinya melakukan kegiatan baik itu inseminasi buatan, penyuluhan, maupun penyuntikan/pemeriksaan kesehatan ternak maka melalui kegiatan tersebut saya sering diikutsertakan,” ucapnya.

Tak hanya itu, sebagai mahasiswa ia juga aktif dalam organisasi jurusan yakni Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himaster), dirinya mengaku sempat ikut dalam  Musyawarah Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Muswil Ismapeti) VI yang di selenggarakan di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar tahun 2021.

“Saya juga aktif dalam organisasi internal kampus yaitu himpunan, juga saya pernah ikut Muswil Ismapeti di Alauddin Makassar tahun 2021, selain itu saya aktif dalam kegiatan karang taruna desa,”  kata sarjana muda asal Polman itu kepada Unsulbar News.

“Untuk teman-teman yang masih berjuang dalam menyelesaikan studinya tetap semangat yah, insya Allah semuanya akan dimudahkan. Optimis jangan pesimis! Belajar sampai larut malamnya kita, kurang tidur dan mengorbankan kesenangan akan berakhir indah. You can do it,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok