
Karya: Muh Ikmal
Unsulbar News, Majene—Rinai hujan jatuh di atap daun rumbia
Sepi mengendap di sela-sela gelisah
Jauh di dalamnya, ada hati yang tengah dirindu
Ia telah pergi membawa luka yang amat perih
Bising kota mengganggu raganya
Dalam lorong-lorong di pabrik gelap
Ia menjual jasanya yang tak seberapa
Untuk keserakahan para pemilik modal
Megah gedung-gedung tinggi menindas tubuhnya
Oh Tuhan… mengapa nasibnya tak semanis buah anggur
Mengapa ia bukan sang pewaris dari limpahan harta orang tua
Ia hanya datang ke dunia menyaksikan darah penderita pada setiap pori-pori tubuhnya
Dirinya sungguh malang, namun aku tetap merindukannya dalam tidur yang tak pernah lelap
Akan selalu ada keyakinan bahwa setiap belahan kasih sayang menyimpan kepingan-kepingan surga.
Editor: Nurul Inzana Filail

