
Jurnalis: Ihsan Badrah
Unsulbar News, Majene – Tim Tanara dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menghadirkan inovasi produk ramah lingkungan berbasis anyaman eceng gondok dengan lapisan biocoating alami dari ekstrak daun sirih.
Inovasi ini berhasil lolos pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek tahun 2025.
Produk tersebut memadukan potensi lokal Sulawesi Barat, yakni eceng gondok sebagai bahan dasar, daun sirih sebagai lapisan pelindung, serta kain tenun Mandar sebagai unsur estetika.
Kehadiran biocoating dari daun sirih berfungsi meningkatkan ketahanan produk, mencegah pertumbuhan jamur, sekaligus menjaga prinsip ramah lingkungan.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa eceng gondok yang selama ini dianggap gulma bisa diolah menjadi produk kreatif dan bermanfaat. Dengan tambahan biocoating alami dari daun sirih, produk kami lebih awet dan aman. Kehadiran kain tenun khas daerah juga menjadi ciri identitas lokal,” kata Busrang OweOweOwe, ketua tim Tanara PKM Unsulbar.
Baru-baru ini, tim Tanara mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) internal di tingkat universitas.
Agenda tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerima masukan dari reviewer terkait kejelasan konsep, pengelolaan keuangan, hingga arah pengembangan produk.
“Kami sadar masih banyak yang perlu diperbaiki. Masukan dari reviewer menjadi motivasi agar kami lebih tajam dalam menyampaikan ide sekaligus memperkuat aspek bisnis dan keberlanjutan produk,” tambahnya.
Tim Tanara berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan, bukan hanya sebagai peluang untuk berkompetisi di tingkat nasional melalui Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), tetapi juga sebagai embrio usaha kreatif berbasis kearifan lokal yang memberi nilai tambah bagi masyarakat Sulawesi Barat.




Editor: Nurul Inzana Filail

