
Jurnalis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Pusat Studi Kebencanaan dan Kerelawanan (PSKK) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gelar Sosialisasi SIGAP (Sistem Informasi Geospasial dan Bencana Berbasis Partisipatif) di Kelurahan Pangali-ali, Senin (8/9/2025).
Kegiatan ini menyasar perwakilan tiap kepala lingkungan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah tersebut.
Ketua tim pelaksana, Rahmiyatal Munaja, ST, M Sc, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif bagi daerah rawan bencana.
“Melalui SIGAP, masyarakat dapat mengetahui cara menggunakan website sebagai panduan ketika terjadi bencana, sekaligus melakukan pendataan situasi dan kondisi penduduk di wilayahnya,” tuturnya dalam pembukaan kegiatan.
Program ini digagas oleh PSKK Unsulbar dengan menggandeng mahasiswa Program Studi Informatika, Fyan Ramadhan (angkatan 2021), yang turut berperan dalam pengembangan website SIGAP. Lalu saat sosialisasi berlangsung, ia diberi kesempatan untuk menjelaskan secara teknis cara menggunakan website tersebut kepada para peserta.
Sistem ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kondisi darurat secara cepat, memantau lokasi terdampak, serta memperbarui data kependudukan berbasis geospasial.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Sekretaris Lurah Pangali-ali, yang juga hadir mewakili pemerintah dan masyarakat, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
Ia menilai program SIGAP dapat membantu memperkuat sistem informasi kebencanaan di tingkat kelurahan agar masyarakat lebih tanggap dan siap menghadapi situasi darurat.
Melalui sosialisasi ini, PSKK Unsulbar berharap Kelurahan Pangali-ali menjadi contoh penerapan teknologi berbasis partisipatif dalam mitigasi bencana.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan tangguh bencana di Sulawesi Barat.

