
Jurnalis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Kelompok Wanita Tani (KWT) Indah Lestari di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar mendapat pendampingan penerapan teknologi pertanian modern melalui program edukasi Smart Farming berbasis Artificial Intelligence (AI), Rabu (10/9/2025).
Kegiatan yang digagas tim dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi petani perempuan sekaligus mendorong transformasi dari pola bertani tradisional menuju pertanian modern yang berkelanjutan.
Program yang berlangsung di Balai Dusun Sumberjo ini melibatkan 20 anggota KWT dan penyuluh pertanian kecamatan. Para peserta diperkenalkan pada aplikasi berbasis AI yang dapat digunakan untuk deteksi dini hama dan penyakit tanaman, pemantauan kondisi lahan, hingga rekomendasi pemupukan sesuai kebutuhan tanaman lokal seperti padi, jagung, cabai, dan sayuran hortikultura.
Hasil evaluasi menunjukkan 90 persen peserta mampu memahami konsep dasar Smart Farming, sementara 85 persen dapat menjelaskan fungsi aplikasi AI sederhana. Sebanyak 80 persen anggota KWT juga mengaku percaya diri mencoba penggunaan teknologi secara mandiri, meski tetap membutuhkan pendampingan lanjutan.
“Respon petani sangat positif. Mereka melihat teknologi ini bisa jadi solusi nyata untuk kendala sehari-hari seperti serangan hama dan efisiensi pemupukan,” ujar Nurhikma Arifin selaku ketua tim.
Selain pelatihan, tim juga memperkenalkan sejumlah teknologi prototipe, di antaranya sistem deteksi penyakit tanaman berbasis citra daun, alat rekomendasi pemupukan padi, hingga pemilah kualitas buah dengan model machine learning.
Baca Juga: Pengabdian Dosen Peternakan Unsulbar, Ajari Kelompok Wanita Tani Olah Limbah Unggas
Pendekatan ini dinilai mampu membuka wawasan baru bagi petani perempuan di pedesaan. Sebanyak 95 persen peserta menyatakan yakin teknologi dapat membawa manfaat bagi pertanian skala kecil, dan 75 persen bersedia mengadopsinya secara bertahap.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan berlanjut melalui pelatihan intensif dan kerja sama strategis dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, KWT Indah Lestari dapat bertransformasi menjadi kelompok tani adaptif yang mengintegrasikan inovasi digital untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi.

