
Jurnalis: Marselino Geradus
Unsulbar News, Majene – Nelayan Desa Balombong, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, mendapat pendampingan dari tim dosen dan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) untuk meningkatkan keterampilan mengolah hasil laut, khususnya cumi, menjadi produk bernilai tambah.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025 itu menyasar kelompok nelayan “Bura Lembong” yang terdiri dari 10 orang nelayan dan 10 istri nelayan. Mereka diperkenalkan dengan inovasi produk olahan seperti abon cumi, stik cumi, dan keripik cumi, sekaligus strategi pemasaran digital melalui WhatsApp Business, Instagram, dan e-commerce.
Adapun program pengabdian ini dipimpin oleh dua orang tim dosen Fakultas Teknik Unsulbar, Nurhikma Arifin, S Kom, MT dan Astinawaty, ST, MT, bersama lima orang mahasiswa program studi Informatika.
Ketua tim pengabdian, Nurhikma, mengatakan pelatihan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat pesisir agar tidak hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap konsumsi dengan nilai jual lebih tinggi.
“Selama ini nelayan hanya mengandalkan pasar lokal dengan harga yang fluktuatif. Dengan inovasi produk dan pemasaran digital, mereka bisa menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujarnya.
Tahapan Kegiatan
Adapun tahapan kegiatan pengabdian yang dilakukan dimulai dari identifikasi potensi lokal lewat survei dan analisis langsung di lapangan, yang berujung pada sosialisasi program kepada para nelayan berdasarkan pemetaan potensi yang berhasil dianalisis.
Setelah mendapat respon positif dari masyarakat setempat, program dilanjutkan ke tahap berikutnya: pelatihan inovasi produk dan strategi pemasaran.
Dalam tahapan ini, tim pengabdian berupaya menjelaskan bentuk-bentuk diversifikasi produk olahan cumi, juga cara memasarkan produk olahan lewat media social, serta pelatihan teknik branding (pembuatan nama produk, label, dan kemasan menarik).
Setelah pelatihan, tim pengabdian akan melakukan pendampingan ringan berupa diskusi lanjutan dan konsultasi terbuka untuk menindaklanjuti sejauh mana pemahaman peserta terhadap pelaksanaan program.
Hasil Evaluasi Program
Hasil evaluasi dari program ini menunjukkan, 90 persen peserta mampu mengenali jenis produk olahan cumi dan memahami langkah pengolahannya.
Selain itu, 95 persen peserta menyadari manfaat media sosial sebagai sarana promosi, meski masih ada tantangan pada praktik teknis dan rasa percaya diri dalam memasarkan produk secara online.
Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan dasar peserta tentang pemasaran digital cukup baik, kemampuan aplikatif dan rasa percaya diri masih perlu ditingkatkan.
Baca Juga: Didanai Kemdikbudristek, Dosen Unsulbar Bantu Mitra Optimalkan Hasil Rumput Laut
Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai tidak hanya berhasil memperkuat kapasitas masyarakat dalam diversifikasi produk dan pemasaran, tetapi juga menegaskan perlunya pendampingan lanjutan, simulasi pemasaran digital, serta peningkatan literasi teknologi untuk menjaga keberlanjutan program.
Dengan capaian tersebut, pengabdian ini menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui pemanfaatan optimal potensi hasil laut masyarakat pesisir, khususnya Desa Balombong.
Program pengabdian ini juga selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

