
Workshop MUN Unsulbar, Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Jurnalis: Jayading A
Unsulbar News, Majene – Model United Nations (MUN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Workshop Diplomatic Skills di Laboratorium Hubungan Internasional (HI), Selasa (18/8/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Innovation, Power, and Digital Rivalry: Navigating AI and Digital Sovereignty in the New Geopolitical Era”. Tema tersebut membahas persaingan negara-negara besar dalam menguasai teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), serta bagaimana persaingan itu memengaruhi tatanan geopolitik dunia.
Putri selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) menjelaskan, tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar diplomasi serta membangun pemahaman mengenai isu AI dan kedaulatan digital. Pembekalan ini disiapkan sebelum peserta memasuki rangkaian kegiatan MUN atau sesi sidang yang akan digelar pada 22 Agustus 2026 mendatang.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber. Pemateri pertama yang hadir secara offline adalah Tommy Nugraha Manoppo, M.Kom., CEH, CHFI, dosen Fakultas Teknik sekaligus Digital Forensics Specialist Practitioner.
Ia memaparkan bagaimana AI dapat disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan.
Pemateri kedua, Randa Shandita dari United Nations Development Programme (UNDP), memberikan pengetahuan dasar seputar diplomasi dan isu-isu kedaulatan digital.
Sementara itu, pemateri ketiga, Via Fide Aditya Andi Risma, seorang diplomat dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, menuturkan seputar profesi diplomat, tugas-tugas diplomat, serta pengetahuan lain terkait dunia diplomasi.
Melalui workshop ini, peserta diajak memahami teori dan praktik diplomasi langsung dari para pemateri ahli, termasuk dari UNDP. Setiap delegasi diajak melihat bagaimana isu digital sovereignty dan AI governance menjadi topik yang krusial dan penting dibahas dalam forum internasional.
Kegiatan ini juga bertujuan menyiapkan setiap delegasi, baik secara mental maupun teknis, sebelum masuk ke rangkaian MUN mendatang.
Harapannya, para delegasi dapat menjadikan kesempatan ini sebagai wadah untuk berkembang, mengasah kreativitas, dan critical thinking — tidak hanya dalam rangkaian acara MUN, tetapi juga di setiap event penting lainnya, dengan selalu aktif memberikan narasi berbobot yang diisi pengetahuan mendalam.
Editor: Nurzahira

