Lewat PKM Kewirausahaan, Mahasiswa Unsulbar Kembangkan Buku Digital Interaktif untuk TKA

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan. Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis : Atian Ramdan

Unsulbar News, Majene – Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengembangkan buku digital interaktif untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan.

Program ini mengusung judul “Lulusin, Komersialisasi dan Pengembangan Buku Digital Interaktif Berbasis Adaptive Learning untuk Membantu Peningkatan Kelulusan TKA Menuju Indonesia Emas 2045.”

Buku tersebut ditujukan bagi siswa yang akan menghadapi TKA, khususnya kelas 6 SD, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMA. Pengembangan buku dilakukan untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi TKA dengan media pembelajaran yang lebih interaktif.

Buku digital ini dilengkapi berbagai fitur, seperti video pembelajaran, audio, materi, contoh soal, dan STEM project. Fitur-fitur tersebut menjadi bagian dari konsep adaptive learning yang digunakan untuk membuat proses belajar lebih menarik dan mengurangi rasa bosan siswa.

Dari sisi komersialisasi, buku tersebut dibanderol dengan harga Rp129.000 per buku. Produk dapat diperoleh melalui media sosial Lulusin serta katalog yang telah dibagikan oleh tim.

Kegiatan PKM mulai berjalan dari tahap pengajuan proposal hingga proses pendanaan sejak Maret 2026. Sementara itu, proses pembuatan buku mulai dilakukan setelah dana PKM dicairkan pada Mei 2026.

Tim pengembang terdiri dari Elok Dian Utami, Asrina Thirsyah, Ani, dan Muhammad Agus, dengan pendampingan Dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Nur Indrianti, S Pd M Pd.

Elok Dian Utami bersama tim menaruh harapan besar agar inovasi yang mereka hadirkan tidak hanya berhenti sebagai sebuah produk atau gagasan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Harapan kami ke depan, Lulusin dapat terus berkembang menjadi media belajar yang mampu membantu siswa belajar dengan lebih terarah, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kami ingin Lulusin tidak hanya menjadi sebuah buku persiapan TKA, tetapi menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan masa depan pendidikan mereka,” ujar Elok.

Tim juga berharap Lulusin dapat menjangkau lebih banyak siswa, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar yang berkualitas. Melalui pengembangan produk dan perluasan pemasaran, tim ingin Lulusin dapat hadir sebagai solusi belajar yang terjangkau, relevan, dan mudah digunakan oleh siswa di berbagai jenjang pendidikan.

“Dalam jangka panjang, kami berharap Lulusin dapat berkembang menjadi produk pendidikan yang berkelanjutan dan mampu menjangkau siswa di berbagai daerah Indonesia, khususnya di Sulawesi Barat. Kami ingin Lulusin tumbuh bukan hanya sebagai sebuah usaha, tetapi sebagai inovasi pendidikan yang benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesiapan dan prestasi belajar siswa,” tutup Elok mewakili tim.

Melalui PKM Kewirausahaan, tim Lulusin berhasil menghadirkan buku digital interaktif berbasis adaptive learning sebagai solusi persiapan TKA yang telah memasuki tahap komersialisasi, dengan harapan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak siswa di masa depan.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok