
Jurnalis: Magfirah
Unsulbar News, Majene – Dosen Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Perempuan Desa melalui Diversifikasi Olahan Pisang Loka Pere guna Mengeskalasi Perekonomian Daerah” di Desa Adolang Dhua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juni hingga September (5/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema Pengabdian Pengembangan Komoditas Lokal Daerah (PPKLD) dengan sasaran Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Adolang Dhua. Tim pelaksana terdiri atas dosen Fekon Unsulbar, Wulan Ayuandiani, S E M M dan Magfirah, S E M Si serta melibatkan sejumlah mahasiswa.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi komoditas lokal, kondisi demografi, serta kesenjangan ekonomi yang terdapat di Desa Adolang Dhua. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengoptimalkan pisang loka pere sebagai komoditas lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Adapun kegiatan mencakup tiga aspek utama, yakni keterampilan produksi, tata kelola bisnis dan keuangan, serta aspek sosial dan kelembagaan.
Output yang dihasilkan meliputi diversifikasi produk loka pere, penerapan digital payment, pengembangan kemasan produk, serta flow chart pembuatan tepung loka pere.
Selain itu, tim juga menghasilkan tujuh flow chart untuk Desa Adolang Dhua sebagai bentuk kontribusi kepada desa serta melakukan pemberdayaan KWT melalui penguatan manajemen sumber daya manusia.
Wulan Ayuandiani, S E M M berharap kegiatan tersebut dapat mendorong KWT Desa Adolang Dhua untuk memanfaatkan pisang loka pere secara lebih optimal melalui diversifikasi produk.
“Harapannya, Kelompok Wanita Tani Desa Adolang Dhua mampu memanfaatkan komoditas lokal pisang loka pere melalui diversifikasi produk berbahan dasar tepung loka pere menjadi bubur bayi, biskuit, dan kue kering,” ujar Wulan Ayuandiani saat diwawancarai Unsulbar News melalui WhatsApp.
Menurutnya, pengolahan pisang loka pere menjadi berbagai produk dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk bahan mentah dengan harga relatif murah.
“Masyarakat yang sebelumnya hanya menjual pisang sebagai bahan mentah dengan harga murah, kini dapat mengolahnya menjadi berbagai produk sehingga nilai jual dan pendapatan mereka dapat meningkat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, pengembangan komoditas lokal diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha dan mendukung peningkatan perekonomian Desa Adolang Dhua.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

