
Foto bersama Tim Pengabdian Unsulbar. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Jurnalis: Serlia Turu Allo
Unsulbar news, Majene – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program pengabdian kemitraan bersama Kelompok Tani Satu Rasa di Desa Palece, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kegiatan ini di mualai pada (1/06/2026-20/09/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat program bertajuk “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kakao Berbasis Web untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Kemandirian Teknologi Petani di Desa Palece.”
Program ini berfokus pada pemanfaatan teknologi berbasis web sebagai alat bantu bagi petani dalam mengenali penyakit pada tanaman kakao berdasarkan gejala yang ditemukan di lapangan.
Program diketuai oleh Dian Megah Sari S Kom M Kom dengan melibatkan tim yang terdiri atas dosen Sistem Informasi, dosen Teknik Sipil, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, serta mahasiswa Informatika.
Petani Diperkenalkan dengan Sistem Pakar
Tahap pelatihan dilaksanakan pada (01/9/ 2026) dan diikuti oleh ketua serta anggota Kelompok Tani Satu Rasa, Kepala Desa Palece, dan tim pelaksana.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan sistem pakar diagnosa penyakit kakao berbasis web. Tim juga memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan sistem sebagai alat bantu untuk memperoleh informasi awal berdasarkan gejala yang ditemukan pada tanaman kakao.
Pengenalan sistem ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan budidaya. Dengan adanya akses terhadap informasi mengenai gejala penyakit, petani dapat memperoleh bantuan informasi ketika melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman dan mempertimbangkan langkah penanganan yang diperlukan.
Kegiatan pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan fungsi sistem. Tim pelaksana bersama kelompok tani juga membahas pemanfaatan teknologi dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Keterlibatan ketua dan anggota Kelompok Tani Satu Rasa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena penggunaan sistem di lapangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta pengalaman para petani sebagai pengguna.
Tim Lakukan Monitoring dan Evaluasi
Setelah pelaksanaan pelatihan, tim pengabdian kembali melakukan kunjungan monitoring pada 20 September 2026. Monitoring dilakukan untuk melihat keberlanjutan penggunaan sistem oleh Kelompok Tani Satu Rasa sekaligus mengetahui pemanfaatannya setelah kegiatan pelatihan.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga menampung pengalaman dan masukan dari pengguna sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program kemitraan.
Rangkaian pelatihan dan monitoring tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berhenti pada pengenalan teknologi.
Pendampingan lanjutan diperlukan agar sistem yang diperkenalkan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan petani.
Melalui kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani, program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani Desa Palece dalam memanfaatkan teknologi informasi serta mendukung pengelolaan tanaman kakao secara lebih mandiri.
Editor: Nurzahira

