[Resensi Buku]: 00.00 Tentang Luka Yang Berakhir Duka

Buku 00.00 Tentang Luka Yang Berakhir Duka. Sumber Foto: Pinterest

Oleh: Reski Apriani S

Keterangan Buku

  • Judul Buku: 00.00
  • Penulis: Ameylia Falensia
  • Penerbit: Loveable, Jakarta Selatan
  • Tahun Terbit: 2021
  • Jumlah Halaman: 280 halaman
  • Dimensi: 13×19 cm
  • ISBN: 978-623-310-029-8
  • Genre: Romance Remaja

Unsulbar News, Majene – Tidak semua pukul 00.00 hanya tentang pergantian hari. Di novel berjudul 00.00 karya Ameylia Falensia ini, pukul 00.00 justru menjadi waktu paling sepi. Seperti yang tertulis di sinopsis resminya: “Kita terlalu kecil untuk semesta yang besar ini. Kita terlalu lemah untuk dunia yang jahat ini.”

Novel ini menceritakan tentang Lengkara Putri Langit, seorang siswi SMA yang baik dan cerdas, tetapi hidupnya terasa seperti berada di terowongan hitam yang tidak ada ujungnya.

Konflik keluarga sudah ada sejak awal. Ayah Lengkara memang memiliki karakter kejam dan haus akan kehormatan bahkan sebelum ia menikah lagi. Ayahnya selalu menuntut Lengkara harus sempurna dan nilainya harus bagus. Hidup Lengkara kemudian semakin hancur setelah ayahnya menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki satu anak bernama Nilam.

Konflik pertemanan di sekolah juga muncul. Lengkara difitnah oleh Nilam, Nilam mengaku bahwa Lengkara telah merusak dan menyabotase tugas yang sudah disiapkan Nilam untuk mengikuti seleksi olimpiade. Fitnah di area sekolah ini berhasil membuat nama baik Lengkara hancur di mata guru dan teman-temannya. Karena itu, teman-teman yang dulu dekat dengan Lengkara mulai percaya pada Nilam dan menjauhi Lengkara, bahkan kakaknya sendiri tidak bisa membela Lengkara.

Konflik semakin rumit dalam percintaannya. Ada tokoh bernama Masnaka, kekasih Lengkara. Awalnya Masnaka terlihat seperti cowo bingung karna menjauh dari Lengkara tanpa alasan yang jelas. Padahal di balik itu, dia berjuang untuk melindungi Lengkara. Nilam mengancam Masnaka, jika tidak menjauh maka Lengkara akan disiksa. Karena itu Masnaka rela menanggung semuanya sendirian.

Puncak konfliknya bukan pada fitnah tersebut, melainkan ketika semua masalah keluarga, pertemanan, dan percintaan datang bersamaan dan Lengkara benar-benar ditinggal sendirian. Lengkara harus memilih jalan hidupnya di antara kesedihan yang dalam dan cara lain untuk menemukan kebahagiaannya.

Baca Juga: Resensi Buku: What’s So Wrong About Your Self Healing

Sebagai mahasiswa, saya tertarik membaca novel berjudul 00.00 ini karena ceritanya dekat dengan kehidupan nyata. Walaupun isinya tentang anak SMA, tekanan untuk harus sempurna, rasanya difitnah dan dikucilkan di sekolah, serta lelahnya harus berjuang sendirian itu juga sering dirasakan sebagai mahasiswa.

Kelebihan novel ini adalah bahasanya sederhana dan mudah dipahami, sehingga pembaca mudah masuk ke dalam perasaan tokohnya. Ceritanya tidak hanya tentang cinta, tetapi juga tentang keluarga dan persahabatan. Kekurangannya, alurnya di beberapa bagian terasa agak lambat karena terlalu fokus pada kesedihan tokohnya.

Secara keseluruhan, novel berjudul 00.00 ini layak dibaca untuk remaja dan mahasiswa. Novel ini mengajarkan bahwa fitnah bisa menghancurkan nama baik dan persahabatan, dan pentingnya untuk tidak berjuang sendirian.

Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok