
Judul Film: Budi Pekerti
Sutradara: Wregas Bhanuteja
Tahun Rilis: 2023
Genre: Drama
Pemeran: Sha Ine Febriyanti, Dwi Sasono, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina
Oleh: Nadzifa Dwi Maharani
Unsulbarnews, Majene – Sebuah tindakan yang dianggap sepele justru dapat mengubah kehidupan seseorang, bahkan ketika peristiwa tersebut hanya terekam dalam sebuah klip singkat yang diunggah ke media sosial. Persoalan inilah yang diangkat Wregas Bhanuteja melalui film Budi Pekerti (2023).
Ketika Video Singkat Menjadi Sebuah
Penghakiman Panjang
Film Budi Pekerti mengangkat persoalan yang relevan di kehidupan masyarakat, tentang bagaimana sebuah video singkat yang diunggah melalui media sosial dapat memengaruhi sudut pandang publik terhadap seseorang.
Cerita berpusat pada Bu Prani, guru bimbingan dan konseling yang kehidupannya berubah setelah perselisihannya dengan seorang pengunjung di pasar direkam dan diunggah ke media sosial dalam potongan video yang tidak utuh.
Video ini kemudian viral dan memicu beragam komentar dari warganet. Identitas Bu Prani menjadi sorotan besar. Persoalan yang bermula di pasar kemudian meluas hingga mengancam pekerjaan dan keluarganya.
Melalui konflik tersebut, film memperlihatkan betapa cepatnya opini publik terbentuk berdasarkan potongan yang tersebar. Orang-orang mudah memberikan penilaian tanpa mengetahui kejadian secara utuh. Di tengah ramainya komentar, kesempatan untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya justru lebih lambat dibandingkan penyebaran informasi.
Akting dan Pesan yang menyentuh
Salah satu keunggulan film ini ada pada penggambaran konflik sosial yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Penonton diajak memahami bagaimana suatu kejadian berkembang menjadi sebuah persoalan besar jika disebarkan tanpa mempertimbangkannya dengan matang.
Penampilan para pemeran utama sangat mendukung suasana film, Sha Ine Febriyanti berperan sebagai Prani Siswoyo, Angga Yunanda dan Prilly Latuconsina memerankan sebagai Muklas dan Tita anak Bu Prani , Dwi Sasono sebagai Didit suami Bu Prani. Memperlihatkan karakter yang berbeda-beda dalam menyikapi sebuah tekanan.
Film ini tidak hanya mengangkat tentang cyberbullying, tetapi juga memperlihatkan kebiasaan seseorang menilai sebuah kejadian yang kemudian terasa relevan karena media sosial sering dijadikan wadah penyebaran informasi sekaligus ruang penghakiman publik.
Kelebihan dan Kekurangan Film
Kelebihan film ini terletak pada keberaniannya mengangkat sebuah persoalan yang dekat dengan para penonton. Alur konflik yang dibuat memperlihatkan masyarakat tentang sebuah perundungan terhadap seseorang yang tidak hanya berdampak bagi dirinya, melainkan turut memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan keluarganya.
Namun, film ini terasa berat akibat konflik yang terus berkembang. Penonton yang berharap akhir penyelesaian konflik jelas justru merasa konflik film ini tidak diselesaikan dengan memuaskan. Meski demikian, ini merupakan pilihan penulis yang membuat penonton memikirkan persoalan yang coba diangkat oleh film ini.
Kesimpulan Film
Budi Pekerti merupakan sebuah film yang mengangkat tentang etika dalam bermedia sosial yang mengingatkan tentang seseorang yang tidak seharusnya dihakimi hanya berdasarkan sebuah penggalan video yang tidak menggambarkan peristiwa yang sebenarnya.
Film ini layak untuk ditonton, terkhusus oleh kalangan remaja, dan seluruh pengguna media sosial. Selain menghadirkan cerita keluarga yang penuh emosional, juga memberikan ruang diskusi bagi masyarakat bijak memeriksa fakta, dan memahami dampak sebuah komentar kepada orang lain. Pada akhirnya, film Budi Pekerti meninggalkan pesan untuk menjaga etika dalam sebuah ruang digital maupun kehidupan nyata.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

