
Oleh: St. Mulkia Nasira
Judul : Arah Langkah
Penulis : Fiersa Besari
Penerbit : media kita
Tahun terbit : 2018
Jumlah halaman : 300
Penyunting : Juliagar R. N.
penyunting akhir : Agus Wahadyo
Disainer cover : Budi Setiawan
Penata Letak : Didit Sasono
Foto : Fiersa Besari, Anisa Andini, Baduy.
Bulan April, tahun 2013, berawal dengan niat dan tujuan berbeda, salah satunya karena hati yang terluka, tiga pengelana melalui sebuah perjalanan menyusuri daerah-daerah yang ada di Indonesia. Lewat cara yang seru tapi menantang, mereka tidak hanya menyaksikan langsung keindahan negeri ini, mereka juga harus menghadapi pertarungan dengan kegelisahan yang dibawa masing-masing.
Arah Langkah bukan sekedar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus seperti di layar televisi. Meskipun begitu, semua daerah memang memiliki cerita yang berbeda – beda, namun dalam perbedaan itu, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan.
Buku ke-4 dari Fiersa Besari ini memiliki ciri khas tersendiri dari buku – buku sebelumnya, dimana setiap bab dari buku ini akan terdapat foto hasil jepretan dari penulis dan temannya selama perjalanan menyusuri bumi Pertiwi. Tiga tokoh utama dalam buku ini yaitu Baduy, Prem dan Bung yang menceritakan perjalan mereka ini dimulai dari sisi barat Indonesia.
Kita tidak akan sulit menemukan buku ini jika mencarinya, lantaran cover buku yang unik dengan potret siluet wanita yang siap terjun ke dalam air dengan latar belakang alam yang sudah sore. Kalian tidak akan pernah bosan untuk membaca setiap bab dari buku ini, karena menampilkan Indonesia dari sudut pandang yang berbeda, termasuk manfaat media sosial yang membantu Bung dan dua kawannya dalam menemukan teman di setiap daerah. Buku ini akan menarik pembaca larut dalam setiap babnya dan foto hasil perjalanan yang sangat indah. Potret lain dari masyarakat Indonesia juga akan kalian temukan dalam buku ini. Selain menceritakan mengenai perjalanan, pada buku ini juga terdapat cerita penghapusan luka untuk kekasih yang pergi.
Perjalanan yang harus dilalui akan mengalami berbagai hal, termasuk konflik. Konflik yang dialami Prem memutuskan untuk pulang, dan Badui juga memutuskan untuk pulang. Tersisa Bung yang harus melanjutkan perjalanan seorang diri ke timur Indonesia.
Akankah itu terwujud?


Major thanks for the blog article.Much thanks again. Keep writing.
You are welcome