KLASS Dorong Anak dan Pemuda Hadapi Krisis Iklim dan Perjuangkan Keadilan Ekologis

Foto bersama peserta kegiatan KLAS bertajuk Spill the Earth Environmental Action Lab. Sumber Foto: Panitia pelaksana KLAS

Penulis: Andri Irawan

Unsulbar News, Majene – Komunitas Leader of Action and Service Sulawesi Barat (KLASS) menggelar kegiatan SPILL THE EARTH (Environmental Action Lab) di Gedung UPTD Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat pada, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi daerah Local Conference of Youth (LCOY) 2026 yang berfokus pada isu laut, masyarakat pesisir, dan keadilan ekologis.

Mengusung tema “Laut dan Masyarakat Pesisir, Membangun Kesadaran dan Gerakan untuk Mewujudkan Keadilan Ekologis”, kegiatan ini bertujuan menjadi ruang pembelajaran dan konsolidasi bagi anak serta pemuda dalam merespons krisis iklim yang mengancam ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan kecil.

Diskusi membahas lima isu, yakni pengelolaan sampah dan pola konsumsi, krisis iklim dan cuaca ekstrem, keberlanjutan laut dan masyarakat pesisir, perlindungan ruang hijau, serta penguatan kesadaran lingkungan.

Peserta berasal dari Ikatan Mahasiswa Pasangkayu (IMP) Majene, Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah (IM Mateng), pemuda Mamasa, mahasiswa ITBM Polewali Mandar, STAIN Majene, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), serta pemuda pesisir Polewali Mandar.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar, Muh Muksin R, menegaskan bahwa krisis iklim merupakan ancaman bagi masyarakat pesisir. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam merespons persoalan lingkungan.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, pemuda harus mengambil peran sebagai penggerak perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Akuakultur Indonesia, Ramli, menyebut perlunya tindakan nyata dari kalangan pemuda untuk melindungi laut dan masyarakat pesisir.

Koordinator Umum KLASS, Lukman Sagala, menilai penanganan krisis ekologis tidak cukup hanya dengan menyoroti perilaku individu.

“Pelaku industri yang terbukti berkontribusi terhadap kerusakan ekologis harus dimintai pertanggungjawaban, dan pemerintah wajib memastikan perlindungan lingkungan serta hak-hak masyarakat pesisir,” tuturnya.

Melalui forum tersebut, peserta menyusun rencana tindak lanjut berupa penguatan pendidikan dan advokasi lingkungan, pemetaan persoalan sosial-ekologis pesisir, pengembangan jejaring komunitas, serta peningkatan partisipasi publik dalam pengawasan tata kelola lingkungan.

Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan melalui siaran pers KLASS yang dikirim pada, Rabu (21/10/2026).

Dengan terselenggaranya SPILL THE EARTH, KLASS berharap anak dan pemuda Sulawesi Barat semakin sadar, kritis, dan terlibat aktif dalam menjaga laut serta memperjuangkan keadilan ekologis bagi masyarakat pesisir.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok