Ajak Mahasiswa Berwirausaha, EDSA Gelar Seminar Entrepreunership

Gambar: suasana seminar kewirausahaan EDSA di Aula TC (28/9)

Jurnalis : Nurunnisaa Alimah A
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. EDSA (English Department Student Association) Unsulbar menggelar Seminar Kewirausahaan yang bertajuk “How to Think Creative to Be Young Entrepreneur In Era 4.0“. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WITA di aula Tasha Centre, Sabtu (28/09).

Kegiatan yang merupakan program kerja divisi kewirausahaan EDSA Unsulbar ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan 1 FKIP, Dr Sitti Sapiah SS M Hum, Rezkiawati Nazaruddin SS M Hum selaku pembina EDSA Unsulbar, beberapa Ketua BEM fakultas se-Unsulbar, serta ketua himpunan Himabio, Himapedka dan Himafi. Seminar yang dibuka langsung oleh WD 1 FKIP ini menghadirkan dosen kewirausahaan Unsulbar Dr Muhammad Nasir Badu dan seorang wirausaha yang juga ketua umum EDSA Unsulbar periode pertama dan merupakan alumni PPAN 2012 Megawati Annas SE.

Antusiasme dan respon positif terhadap seminar ini dapat dilihat dari peserta yang hadir dengan jumlah 84 orang dari 110 jumlah tiket yang terjual. Peserta seminar tidak hanya datang dari kalangan mahasiswa Unsulbar sendiri, tetapi hadir pula mahasiswa dari Universitas Terbuka bahkan pelajar SMA.

Rezkiawati Nazaruddin SS M Hum, dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan pembina EDSA mengaku salut dan mengapresiasi kegiatan seminar kewirausahaan ini dengan melihat antusiasme peserta serta materi yang diangkat menurutnya sangat up-to-date.

“Saya baru tahun ini diangkat sebagai pembina EDSA, tetapi jika melihat program-program kerja EDSA sekarang, saya pikir angkatan pengurus tahun ini cukup berani melaksanakan program dengan skala besar, contohnya seminar hari ini, berhasil mendatangkan peserta dari kampus lain,” jelasnya kepada Unsulbar News (28/9).

Dosen cantik ini juga mengharapkan akan ada lebih banyak kegiatan mengedukasi kedepannya dan program-program kerja yang semakin berinovasi.

Sesuai dengan tema yang diangkat, seminar ini diharapkan mampu memberikan semangat bagi generasi muda dalam mengembangkan diri di bidang kewirausahaan. Tantangan revolusi industri 4.0 juga prediksi adanya bonus demografi pada tahun 2020-2024 dimana jumlah angkatan kerja meningkat pesat, kurangnya lapangan kerja dan teknologi yang menggantikan peran manusia dalam pasar global sangat mengharuskan kita berfikir untuk selangkah lebih maju dan memiliki kreatifitas tinggi serta jiwa kompetitif agar siap dan dapat bersaing di pasar global.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok