Bantu Korban Gempa Sulbar, Mahasiswa Sylva Unsulbar Gandeng Lembaga di Belgia

Gambar : Penyaluran bantuan di Pondok pesantren Syahid Al Hidayah Pamombong induk yang ada di Mamuju (22/01)

Jurnalis : Masdin

Unsulbarnews.com, Majene – Keluarga Mahasiswa Kehutanan Sylva Indonesia, Pimpinan Cabang Universitas Sulawesi Barat (PC Unsulbar) menjalin kerjasama dengan salah satu lembaga di Belgia untuk membantu korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar).

Kerja sama ini terjalin berkat koordinasi salah satu dosen mereka, bernama Faradilah Farid Karim, S Si M Sc yang memiliki kenalan di negara produsen cokelat berkualitas tinggi di Eropa itu. Hal tersebut seperti ungkapan Awaluddin saat diwawancarai Unsulbar News, Jumat (22/01).

“Kami open donasi untuk umum kak, nah kebutulan ada salah satu dosen kami yang berteman dengan salah satu orang yang ada di Belgia kak. Kebutulan dosen kami membuat ruang untuk komunikasi dan memberikan kepercayaan kepada kami,” ujar mahasiswa kehutanan, angkatan 2017 itu.

Dari koordinasi yang dilakukan, lembaga yang tidak ingin disebut namanya tersebut menyalurkan bantuan dana sebanyak 14 juta rupiah melalui transfer bank.

“Dana yang diberikan kepada kami 14 juta, tapi total yang kami gunakan sudah sampai 20 juta yang di peroleh dari sumbangsi dosen serta teman-teman kehutanan kak,” jelas Awal yang juga menjabat sebagai Ketua Gelanggang Kreativitas Mahasiswa Kehutanan (Gardenia).

Kemudian bantuan yang masuk bersama dengan hasil galang dana yang Sylva Unsulbar kumpulkan dari dosen, mahasiswa kehutanan dan masyarakat secara umum disalurkan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan korban. Seperti obat-obatan, makanan, perlengkapan bayi, air bersih dan lain-lain.

Penyaluran bantuan sendiri telah dilakukan secara bertahap pada tanggal 19 dan 22 Januari kemarin, di beberapa posko pengungsian yang ada di Ulumanda, Malunda, Tapalang dan Mamuju.

Adapun Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Kehutanan Sylva Indonesia PC Unsulbar, Faisal (angkatan 2017) berharap donasi terus dilakukan mengingat masyarakat yang terdampak hingga saat ini masih di pengungsian. Serta adanya kerjasama dengan lembaga lain baik dalam dan laur negeri guna membantu para korban.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok