
Jurnalis: Muhammad Rifaldi. B
Unsulbar News, Majene – Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) gelar kuliah umum membahasa terkait “Peran Diplomasi Dalam Mengarungi Dinamika Global dan Asia Tenggara”, dilaksanakan pada, Selasa (1/10/2024) di ruang teater, Gedung A, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Pantauan Unsulbar News, ratusan mahasiswa Unsulbar terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Terlihat peserta memenuhi ruang teater yang mana para pemateri adalah utusan langsung dari Kemenlu RI tersebut.
Para narasumber dalam kuliah umum Kemenlu di Unsulbar ini yaitu Kepala Pusat Strategis Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Vahd Nabil Achmad Mulachela. Ia membawakan beberapa materi diantaranya tantangan dan megatren global, highlight isu kerja sama bilateral ASEAN, peran diplomasi, hingga prioritas Polugri 4-1.
Turut hadir juga diplomat senior lainnya yaitu Lauti Nia Astri sekaligus Direktur Asia Tenggara, Diplomat Ahli Madya Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Baskara Pradipta M.A yang memberikan pengalamannya selama menjadi diplomat, dan beberapa diplomat junior yang hadir dan memberikan motivasi selama menjalankan tugas.
Respon Mahasiswa
Mahasiswa Hubungan Internasional (HI), angkatan 2021, Deby Melly Cristi, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat menarik khususnya untuk kalangan mahasiswa HI. Menurutnya materi yang disampaikan sudah cukup kompleks dan merampung semua isuInternasional, dinamika global dan diplomasi Indonesia
Lebih lanjut mahasiswi kerap disapa Deby itu menyampaikan bahwa ada beberapa materi yang tidak didapatkan dalam ruang kelas namun didapatkan pada kuliah tamu Kemenlu tersebut.
“Dan ada beberapa bagian materi yang tidak didapatkan di kelas perkuliahan, namun bisa di dapatkan di kuliah umum ini karena narasumber yang dihadirkan merupakan aktor atau pelaku diplomasi sehingga informasi mengenai bagaimana Indonesia di dunia internasional di ceritakan secara detail,” tambah Deby
Ketika ditanyai lebih lanjut pengaruh signifikan yang didapatkan melalui kuliah tamu itu menurutnya sangat berpengaruh dengan adanya kuliah tamu ini mahasiswa HI sendiri dapat mengenal lebih jauh mengenai diplomasi dan arah dari politik luar negeri Indonesia.
“Dan mungkin membantu memberikan data kepada mahasiswa akhir prodi HI yang sedang menyusun penelitian skripsi mereka yang bersangkutan dengan diplomasi Indonesia atau mungkin mendapatkan inspirasi judul penelitian skripsi mereka,” pungkasnya.
Sinergi Unsulbar dan Kemenlu RI
Sebelum pelaksanaan kuliah umum tersebut, masih di hari yang sama terlebih dahulu dilakukan penandatangan MoU dan peresmian pusat studi kawasan Asia Tengga Unsulbar oleh Kemenlu RI.
Pantauan Unsulbar News, rombongan Kemenlu RI yang hadir di Unsulbar termasuk di dalamnya ada Kepala Pusat Strategis Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Vahd Nabil Achmad Mulachela.
Adapun rombongan disambut langsung oleh Rektor Unsulbar, Prof Dr Muhammad Abdy S Si M Si bersama jajaran Civitas Academica Unsulbar lainnya bertempat di kampus Unsulbar, Padang-padang, Selasa (1/10) pagi.
Kepada Unsulbar News, Rektor Unsulbar Prof Abdy menyampaikan harapan dengan hadirnya pusat studi ini, dimana sebagai wadah untuk berdiskusi menuangkan ide-ide tentang isu yang ada di kawasan Asia Tenggara.
Rektor Unsulbar Prof Abdy punya harapan besar terkait MoU yang dibangun Unsulbar dengan Kemenlu RI ini, dimana sebagai langkah jajaki kerja sama khusunya terkait pendidikan, penelitian hingga pengabdian.
“Kita berharap dengan kerja sama ini tentu akan ada semacam kolaborasi, antara Unsulbar dan Kemenlu, seperti penelitian, pengabdian, pengajaran dengan kolaborasi itu dengan teman-teman dosen,” ucap Prof Abdy saat sambutan.

