Digelar Tiga Hari, Tes Wawancara PPD 2017 Dibagi Tiga Kelompok

Gambar : Tampak peserta PPD 2017 saat diwawancarai oleh timsel di gedung LPPM-PM Unsulbar

Jurnalis : Mardiwansyah

Editor : Arifuddin

Unsulbar News, Majene :  Lembaga  Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM-PM) Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) melaksanakan tes wawancara pendamping profesional desa (PPD) Tahun 2017, kamis (14/9). Tes yang diadakan di kantor LPPM – PM Unsulbar tersebut  merupakan tes terakhir untuk menjadi pendamping profesional desa setelah dinyatakan lolos tes tertulis.  

Tes wawancara akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 14-16 September dan dibagi berdasarkan golongannya. Untuk hari pertama yang akan menjalani tes yakni Pendamping Lokal Desa (PDL), hari kedua tenaga ahli dan hari terakhir yakni Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI). Tim seleksi pendamping desa ada 7 unsur yakni tiga dari Unsulbar, dua dari pemerintah provinsi, serta dua dari kementerian desa.

Dari 66 orang PLD dinyatakan lolos tes tertulis, hanya 62 orang  mengikuti tes wawancara. Supriadi (25), peserta calon PLD berharap agar supaya para calon pendamping desa dapat mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang peraturan desa yang ada.  Pria asal Pulau Ambo Bala-balakang itu mengatakan rendahnya kesejahteraan hidup masyarakat di desa membuatnya tergerak untuk menjadi pendamping desa agar bisa membantu desa untuk mendorong kesejahteraan hidup warganya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok