Dosen Kehutanan Unsulbar Dampingi Masyarakat Alu Kembangkan Usaha Kemiri Berkelanjutan

Kegiatan PKM Tim Dosen Prodi Kehutanan di Desa Alu, Polewali Mandar. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Magfirah, Marviana Siska

Unsulbar News, Majene – Tim Dosen Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar dengan judul pengabdian “Pemberdayaan KTH Malilu Sipakainga Berbasis Pengembangan Usaha Kemiri Menuju Target SDGs Decent Work and Economic Growth” pada (30/08/2025).

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Pengembangan Komoditas Daerah, yang dilakukan oleh tiga dosen dari prodi kehutanan yakni Rini Pratiwi, S Hut, M Hut sebagai ketua tim serta 2 anggota tim pengusul yakni Andi Irmayanti idris, S Hut, M Hut dan Ulfa Adzkia, S Hut, M Si dan 5 Anggota mahasiswa yang terlibat.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta kemampuan masyarakat KTH dalam mengelola usaha kemiri sehingga dapat meningkatkan daya jual dari produk kemiri.

Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat.

Kegiatan Pertama yang telah dilakukan adalah pelatihan packaging kemiri kepada seluruh peserta. Pada pelatihan ini difokuskan pada dua produk utama yaitu kemiri kupas dan kemiri bubuk.

Pelatihan kedua yang dilaksanakan adalah desain logo produk kemiri menggunakan canva.com.

Kegiatan pelatihan diawali dengan pemberian materi kepada peserta terkait pentingnya logo produk sebagai identitas dari produk kemiri KTH Malilu Sipakainga.

Kegiatan Terakhir yang dilakukan adalah pelatihan digital marketing.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk produk KTH Malilu dapat dipasarkan bukan hanya pasar tradisional melainkan juga dapat dipasarkan diluar desa bahkan lintas daerah,” ungkap ketua tim PKM Rini Pratiwi, S Hut, M Hut.

Pelatihan digital marketing ini memberikan pemahaman baru kepada anggota KTH Malilu Sipakainga bahwa pemasaran Berbasis teknologi dapat menjadi sarana strategis, efektif, dan efisien untuk meningkatkan daya saing produk kemiri di era digitalisasi saat ini.

Kemudian tim juga melakukan pelatihan dan demonstrasi plot kemiri atau yang biasa disebut dengan demplot kemiri.

“Demplot ini diharapkan berfungsi sebagai sarana praktik lapangan untuk kegiatan budidaya, pemeliharaan, serta pengamatan pertumbuhan kemiri dalam jangka panjang,” ungkap Rini Pratiwi ketua tim pengabdian.

Dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kapasitas kelompok dalam hal penggunaan packaging yang menarik serta implementasi digital marketing dan menciptakan produk yang bernilai tinggi dan berdaya saing internasional.

Editor: Nurul Inzana Filail

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok