Dosen Unsulbar Mendorong Peternak di Majene Pasarkan Hasil Ternak Secara Digital

Dosen Unsulbar jalankan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus di Desa Lalampanua Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar, Sabtu (6/8/2022).

Penulis: Masdin

Unsulbar News, Majene — Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) jalankan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS), Sabtu (6/8/2022).

Dosen tersebut terdiri dari Eni Susanti S.T M.Si, Andi Ismira M.A dan drh Hendro Sukoco M.Si.

Mereka dalam program ini lakukan pelatihan pemasaran digital kepada peternak di Desa Lalampanua Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Mitra mereka adalah Kelompok Tani Milenial (KTMe) Desa Lalampanua.

Selama pelatihan, tim dosen ini memaparkan apa keunggulan pemasaran secara digital kepada para peternak.

Serta menperkenalkan pemasaran digital seperti apa yang bisa dipilih.

Diantaranya yang sudah tersedia seperti situs jual beli online yaitu tokopedia atau shopee.

Juga dengan membuat situs website pribadi untuk dikelola sebagai toko online.

“Aplikasi berbasis jaringan, termasuk juga website,” tutur anggota tim PKMS Andi Ismira saat bawakan materi.

Selain itu, juga diberikan pemahaman tentang pentingnya hewan ternak yang sehat.

Materi itu dibawakan drh Hendro Sukoco. Ia memberikan materi mengenai penyakit pada sapi dan kambing serta langkah pengobatannya.

Hendro berpesan, ternak yang sehat tentu akan menjadi nilai tawar tersendiri saat nantinya dijual.

Ketua tim Eni Susanti saat ditemui usai pelatihan menuturkan pemilihan KTMe sebagai mitra pada program ini punya alasan tersendiri.

“Sesuai namanya itu Kelompok Tani Milenial, jadi dari namanya anggota mereka orang yang masih muda-muda,” ujarnya kepada Unsulbar News.

Dosen disapa Eni itu melanjutkan, pengguna internet Indonesia saat ini cukup tinggi. Dari sinilah kemudian jadi peluang pemasaran digital.

Apalagi para peternak saat ini sudah memiliki prangkat dasar berupa smartphone.

“Itu juga bisa dimanfaatkan, jadi smarphone mereke tidak hanya sebatas untuk komunikasi tapi juga dioptimalkan dengan adanya digitalisasi internet bisa untuk peningkatan perekonomian,” ungkap Eni.

Adanya pelatihan ini, dosen Unsulbar harap peternak bisa mencoba sistem digital untuk memasarkan hasil ternak mereka.

“Memanfaatkan media digital keuntungan bisa berkali lipat dan jangkauan pasar yang lebih luas,” tutup dosen Hubungan Internasional itu.

Adapun ketua KTMe, Muh Yarfan Yamin mengaku bersyukur dengan pelatihan diadakan dosen Unsulbar tersebut.

Apalagi kata, Yarfan selama ini pemasaran hasil ternak berupa kambing dan sapi di Desa Lalampanua masih konvensional.

“Terus terang kelompok kami dalam pemasaran masih konvensional, kami akan mencoba pola pemasaran digital,” ujar pria itu.

Sehingga Yarfan ingin kelompoknya yang saat ini beranggotakan 20 orang ini terus mendapat pendampingan.

“Harapannya kita tidak hanya hari ini saja, tapi berkelanjutan. Kami harap bisa terus dibantu,” pungkas alumnus peternakan Unsulbar itu.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok