
Jurnalis: Sadrina
Unsulbar News, Majene — Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Fapetahut Unsulbar), melaksanakan FGD Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi (IMAS), serta Rencana Kerja Masyarakat (RKM).
Bertempat di aula kantor Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sabtu 2 September 2023. FGDi tersebut dihadiri Dekan Fapertahut Unsulbar Prof Kaimuddin, Wakil Dekan I Muhammad Arafat Abdullah, dan Wakil Dekan II Nurlaela.
Serta perwakilan Camat Tommo, Kepala Desa, serta TK-PPEG Mitra Tani, TK-PPEG Harapan Bersama, TK-PPEG Binter, TK-PPEG Anugrah Tani, TK-PPEG Sipatuo dan Fasilitator Masyarakat. Hadir pula secara online melalui Zoom Lelawaty Simamora (Kapokja DMPG KLHK).
Kegiatan ini merupakan tahun kedua dari program pendampingan masyarakat dalam pemulihan kerusakan lingkungan di Sulbar. Dimana yang didasarkan atas kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan lingkungan dengan Fapetahut Unsulbar.
Melalui program ini akan memberikan kesempatan kepada masyarakat, untuk berperan aktif dalam mengidentifikasi masalah dan menganalisis situasi yang ada, sesuai dengan kondisi lingkungan mereka sendiri.
Rangkaian FGD ini meliputi pemberian materi IMAS oleh Wakil Dekan I Fapertahut Arafat Abdullah. Hal ini dimaksudkan sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).
Menyambung penjelasan Dekan Fapertahut Unsulbar, Andi Ridha Yayank sebagai PIC dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa harapan dengan adanya FGD IMAS ini masyarakat desa mampu untuk menangkap masalah dan situasi yang ada dan sebenarnya terjadi.
“Sehingga dapat dirumuskan tindakan dan kegiatan yang sesuai untuk dilaksanakan. Sekaligus ini sebagai bentuk komitmen bersama membangun keterlibatan masyarakat secara aktif dalam kegiatan ini,” ungkap Andi Ridha.
Selanjutnya, masing-masing Kelompok Tani (TK-PPEG) menyampaikan hasil IMAS dan RKM. Dengan adanya risiko banjir saat musim hujan dan sulitnya mendapatkan ikan segar karena persoalan jarak dari kota, usulan budidaya kolam ikan air tawar dan pertanian hortikultura juga menjadi bahasan dalam rangkaian kegiatan ini.
Materi budidaya ikan air tawar disampaikan oleh Firmansyah bin Abd Jabar, dosen Fakultas Perikanan dan Peternakan Unsulbar.
Adapun Dekan Fapertahut Prof Kaimuddin menjelaskan bahwa, program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemulihan lingkungan sebagai stimulan untuk kegiatan berkelanjutan selain tentang RKM.
“Bagaimana masyarakat memiliki peran sentral dan aktif dalam pengambilan keputusan dan implementasi solusi,” ungkap Prof Kaimuddin.
Pada program ini juga kata dia, masyarakat didorong untuk membuat usulan rencana kerja sesuai dengan kebutuhan dan prioritas mereka.
“Dalam usulan tersebut mereka dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk memulihkan kerusakan lingkungan dan mengelola sumberdaya secara bijaksana,” tambahnya.
Editor: Masdin

