
Jurnalis: Shelynda Trifebriani Nursalam
Unsulbar News, Majene – Sebanyak 546 mahasiswa baru (Maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) ikut Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
PKKMB tingkat fakultas tersebut digelar di gedung kembar lantai 3, Jumat (19/8/22).
Adapun tema kegiatan yaitu “Pembentukan Karakter Mahasiswa yang Bermental, Berbudaya, Bermoral, dan Berintektual di Era Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.
Kegiatan ini bersifat wajib untuk diikuti oleh seluruh maba FKIP. Bahkan Ketua PKKMB FKIP, Dwi Adi Nugroho, S.S, M.Hum mengatakan bagi mahasiswa yang tidak ikut tahun ini, wajib untuk mengikuti PKKMB tahun depan.
“Maka datanya wajib diambil, dan diwajibkan mengikuti PKKMB tahun depan,” tegas Dwi kepada Unsulbar News.
Hal ini pun telah mendapat persetujuan dari Wakil Dekan I (WD 1) FKIP untuk mewajibkan mahasiswa mengikuti PKKMB.
“Memang harus diterapkan seperti itu,” ujar Ketua PKKMB FKIP mengutip apa yang disampaikan oleh WD 1.
Kehadiran dalam PKKMB diwajibkan karena bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan sertifikat. Oleh karena itu diwajibkan bagi seluruh maba untuk hadir dalam kegiatan penting awal memasuki dunia perkuliahan ini.
Alasan lain mengapa diwajibkan karena selaras dengan tema kegiatan, para panitia mengharapkan maba dari FKIP ini memiliki karakter yang baik.
Seperti yang kita ketahui saat ini era New Normal. Dimana peralihan dari sistem pembelajaran daring ke luring. Sehingga terdapat perbedaan diantara pendidikan karaktek yang digembleng secara daring dengan secara luring.
Sartika yang merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi dan Ketua BEM ini pun kembali menegaskan, PKKMB dilakukan untuk pendidikan karakter.
Kendala PKKMB FKIP Unsulbar
Panitia PKKMB FKIP Unsulbar menyampaikan pendanaan jadi kendala utama.
Seperti yang disampaikan Ketua BEM FKIP Sartika Nur, “Kendala terbesar sebenarnya itu masih tetap nomor 1 itu, dana,” (Jumat,19/8/22)
Dengan jumlah maba yang terbanyak dibandingkan dengan fakultas lain, yaitu terdapat sekitar 700-an yang dinyatakan lolos sebagai mahasiswa FKIP Unsulbar, Sartika mengharapkan pemerataan dana.
“Pemerataan dana seharusnya bisa dilihat dari sisi jumlah mahasiswanya,” tegasnya.
Adapun untuk menyiasati kendala yang ditemui ini, Ketua BEM FKIP menyampaikan kepada Unsulbar News terkait solusi yang berhasil ditemukan, “Ya itu, untuk masalah dana sementara di talangin oleh fakultas. Konon katanya univ, itu akan diganti. Cuman belum cair”.
Pernyataan ini didukung oleh Ketua Pelaksana PKKMB FKIP 2022, Dwi Adi Nugroho, S.S, M.Hum, dirinya membenarkan, “Itu tidak bisa dipungkiri, itu benar ya”.
Dosen Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris ini juga menegaskan bahwa pendanaan yang diberikan dari Universitas adalah pendanaan jika maba melaksanakan PKKMB secara daring. Sedangkan yang akhirnya terlaksana saat ini PKKMB Fakultas dilakukan secara luring.
“Nah perbedaan antara daring dan luring cukup besar. Ya terutama dibagian konsumsi. Jadi masalah pendanaan kita kekurangan. Tapi insya Allah dengan bantuan dari berbagai pihak. Terutama para prodi-prodi dan segala macam, kita bisa mem-fix-kan keadaan seperti ini,” tambah Dwi saat ditemui di lokasi, Jumat (19/8/22).
Selain dana, kendala lain di lapangan adalah sulitanya mencari ruangan yang mampu menampung kurang lebih 700 maba FKIP.

