
Jurnalis : Citra Indah Pratiwi
Editor : Masdin
Unsulbar news, Majene. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi dan Komisariat pertanian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Cabang Majene, Periode 2018-2019 resmi dilantik. Bertempat di Aula Bura Cendana Lembang Majene, Kamis (20/9).
Pelantikan gabungan ini dihadiri oleh senior HMI, pengurus HMI Cabang Majene serta ketua umum demisioner .
Dalam pelantikan gabungan yang bertemakan “Soliditas HMI wujudkan kader progresif” tersebut, Kepala bidang Pemberdayaan Umat (PU) HMI Cabang Majene, Samsul Bahri dalam orasi ilmiahnya mengungkapkan, sebagai kader hijau hitam, membudayakan budaya HMI adalah wajib yakni diskusi, membaca, dan menulis agar dapat menjadi kader yang memiliki potensi dan inovasi.
Baru saja dikukuhkan bersama pengurus lainnya, ketua umum komisariat ekonomi Unsulbar, Kadri menyampaikan demi meningkatkan eksistensi HMI, dirinya berharap pengurus dapat bersinergi satu sama lain. Dan terpenting dalam kepengurusan ini adalah silaturrahim dalam tingkatan alumni dan kader HMI kembali dibenahi demi mewujudkan marwah HMI, “Tidak boleh ada perpecahan di antara kita” ujarnya.
Senada, Ketua umum demisioner komisariat pertanian Unsulbar, Roni Aco Siregar berharap pengurus komisariat yg baru dilantik mampu menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART, dan bisa melaksanakkan kaderisasi yg berkelanjutan sebagai roh organisasi dan saling bekerja sama antar pengurus di internal komisariat maupun diwilayah eksternal komisariat dan dapat berkompetisi secara sehat dalam membesarkan nama lembaga HMI cabang Majene.
Usai pelantikan, kepada Unsulbar News Muh. Abduh selaku anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majene menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan pengurus baru komisariat ekonomi dan pertanian Unsulbar. “Semoga dengan momentum ini,HMI kembali menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kaderisasi mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan menjadi peletak dasar lahirnya pemimpin-pemimpin cerdas untuk bangsa dan negara tentunya” ujar mantan aktivis mahasiswa itu.

