iPhone Milik Duta Kampus Unsulbar Hilang di Auditorium Mini, Pencarian Terkendala CCTV

Duta Kampus 2026 Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Fidya Al Faudzya/Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Pindiaman Hulu

Unsulbar News, Majene – Duta Kampus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Fidya Al Faudzya, kehilangan ponsel pribadinya saat mengikuti kegiatan pemilihan Duta Kampus pada Minggu, 7 Desember 2025 di Auditorium Mini.

Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan karena ia baru saja terpilih sebagai Duta Kampus Unsulbar putri 2026, justru diwarnai hal yang kurang mengenakkan.

Mahasiswi Fakultas Pertanian dan Kehutanan tersebut menyadari iPhone 11 miliknya hilang setelah acara selesai.

Kepada Unsulbar News (9/12),  ia menjelaskan ponsel iPhone 11 miliknya tersebut berwarna putih dengan casing hitam, serta walpaper bergambar dirinya bersama tiga saudara.

Kronologi Kehilangan iPhone

Dalam wawancara melalui WhatsApp, Fidya menceritakan bahwa kejadian bermula ketika ia dan finalis lain diarahkan naik ke panggung untuk pengumuman delapan besar.

“Saya simpan mi HP-ku di kursi finalis. Setelah itu sampai pengumuman duta, saya tidak pernah balik ke tempatku. Pas mau pulang, kucari HP-ku, tidak ada mi,” tuturnya.

Setelah mengetahui ponselnya hilang, ia segera mencari ke berbagai sudut ruangan dan menanyakan kepada sejumlah orang yang masih berada di lokasi, namun tidak membuahkan hasil.

Pencarian Terkendala CCTV

Upaya pencarian semakin sulit karena Auditorium Mini Unsulbar tidak dilengkapi dengan CCTV atau kamera pengawas. Hal ini Fidya sayangkan, mengingat gedung tersebut kerap menjadi tempat berlangsungnya kegiatan penting kampus.

Memang CCTV merupakan sistem pengawasan yang berfungsi untuk meningkatkan keamanan, mencegah tindak kejahatan, serta menyediakan rekaman yang dapat digunakan sebagai bahan investigasi.

Fidya telah mencoba melacak ponselnya menggunakan email dan bantuan pihak yang lebih ahli, namun tidak berhasil.

“Katanya tidak terbaca lagi HP-ku, artinya iCloud dan email-ku sudah di keluarkan dari perangkat. Kemungkinan besar dicuri,” ungkapnya.

Sehingga atas kejadian tersebut, Fidya menggunakan ponsel orang tuanya sebagai alat komunikasi sementara.

Sebagai langkah akhir, Fidya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dengan harapan ponselnya dapat segera ditemukan. Ia juga menyampaikan harapannya agar kampus meningkatkan fasilitas keamanan di setiap ruangan.

“Semoga dari kejadian begini, bisa dilengkapi CCTV di ruangan-ruangan yang sering digunakan kegiatan,” pesannya melalui WhatsApp.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok