
Penulis: Nurzahira
Unsulbar News, Majene – Baru-baru ini, istilah “Jam Koma” viral dan ramai diperbincangkan di berbagai media sosial. Istilah ini juga dikaitkan dengan kalangan Generasi Z (Gen Z). Meski begitu, banyak yang belum sepenuhnya memahami arti dan penyebab dari fenomena ini.
Untuk itu, penting bagi kita mengenal lebih jauh tentang istilah yang viral ini, serta apa dampaknya terhadap kesehatan mental generasi muda.
Apa Itu Jam Koma?
Berdasarkan pantauan dari berbagai video yang beredar di media sosial, “Jam Koma” merujuk pada kondisi kelelahan kognitif yang dialami oleh banyak anak muda, khususnya di kalangan Gen Z.
Fenomena ini biasanya terjadi pada waktu sore hingga malam hari, terutama setelah seharian penuh beraktivitas, baik bekerja maupun berkegiatan sosial. Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat lelah, lesu, hingga kehilangan konsentrasi.
Secara sederhana, istilah ini menggambarkan kelelahan otak setelah seharian beraktivitas secara intensif. Gen Z yang mengalami “Jam Koma” seringkali menunjukkan tanda-tanda seperti sulit fokus, cenderung malas, hingga merasa “kosong” seolah-olah sedang berada dalam kondisi koma ringan.
Memahami Fungsi Kognitif
Fungsi kognitif merujuk pada kemampuan mental yang terlibat dalam proses berpikir, belajar, membuat keputusan, serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Fungsi-fungsi ini mencakup proses seperti persepsi, perhatian, memori, bahasa, dan pemecahan masalah. Ketika fungsi kognitif mengalami penurunan, seperti yang terjadi pada “Jam Koma,” seseorang bisa merasa kehabisan energi mental.
Penyebab kelelahan Kognitif
Menurut penjelasan dari Psikolog Klinis Dr. Lori Lawrenz yang dikutip oleh Medical News Today, kelelahan kognitif adalah kondisi menurunnya kemampuan berpikir secara efektif dan sulit mempertahankan fokus. Kelelahan kognitif dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk
- Stres atau kecemasan yang berlebihan
- Depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya
- Konsumsi alkohol atau obat-obatan yang berlebihan
- Kurang nutrisi dan defisiensi vitamin
- Kondisi medis tertentu, seperti Alzheimer atau Parkinson
- Paparan trauma atau peristiwa stres yang signifikan
Beberapa Cara Menghindari Kelelahan Kognitif Atau Jam Koma
Nah, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko mengalami kelelahan kognitif atau jam koma:
- Tidur yang cukup: Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk menjaga fungsi kognitif yang optimal. Usahakan tidur 7-8 jam setiap hari.
- Mengelola stres: Stres yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan kognitif. Kita dapat melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam.
- Makan sehat: Konsumsi makanan seimbang yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, serat, dan air
- Menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang berlebihan: Konsumsi alkohol dan obat-obatan yang berlebihan dapat mempengaruhi fungsi kognitif.
- Beristirahat secara teratur: Beristirahat secara teratur selama beberapa hari dapat membantu mengurangi kelelahan kognitif.
- Menghindari multitasking: Fokus pada satu tugas pada satu waktu untuk menghindari kelelahan kognitif.
- Membatasi waktu layar: Mengurangi waktu layar, terutama sebelum tidur, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan kognitif.
- Berolahraga secara teratur: Olahraga secara teratur dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi kelelahan kognitif.
- Mencari bantuan profesional: Jika kelelahan kognitif terus berlanjut atau mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.
“Jam koma” mungkin terdengar sepele, namun dampaknya bisa sangat signifikan. Mari kita bersama-sama melawan kelelahan kognitif dan hidup lebih produktif.

