Tim Pengabdian Universitas Sulawesi Barat Laksanakan Program Mappatabe Terintegrasi Home Visit bagi Pasien Diabetes Melitus

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Jurnalis: Atian Ramdan

Unsulbar News, Majene – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sulawesi Barat melaksanakan program bertajuk “Mappatabe Terintegrasi Home Visit: Penguatan Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Self-Care Diabetes Melitus Tipe 2” di Kelurahan Totoli, Kabupaten Majene, pada (6-18/07/2026) .

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 melalui pemberdayaan keluarga.

Program ini didanai melalui Dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Universitas Sulawesi Barat Tahun 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengintegrasikan pendekatan budaya Mappatabe ke dalam pelayanan kesehatan berbasis keluarga.

Pengabdian ini dipimpin oleh dosen Program Studi Keperawatan Universitas Sulawesi Barat, Ns Sri Marnianti Irnawan, S Kep M Kep bersama Ns Sahariah, S Kep M Kep, serta melibatkan lima mahasiswa sebagai pendamping dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Sebanyak 26 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 beserta anggota keluarganya menjadi peserta dalam program ini. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara door to door melalui metode home visit, sehingga tim pengabdian dapat memberikan pendampingan secara langsung sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 sekaligus memperkuat dukungan keluarga terhadap kepatuhan self-care. Pendekatan budaya Mappatabe dipilih karena mampu membangun komunikasi yang santun, terbuka, dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Selanjutnya, tim memberikan edukasi kesehatan menggunakan modul yang disertai diskusi dan tanya jawab, serta pelatihan keterampilan keluarga dalam pemantauan gula darah, pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, hingga perawatan kaki bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

Dua minggu setelah intervensi, tim kembali melakukan post-test dan survei kepuasan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan, dukungan keluarga, serta kepatuhan self-care peserta. Evaluasi tersebut menjadi indikator keberhasilan program dalam meningkatkan kemampuan keluarga mendampingi pasien selama menjalani pengobatan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan budaya Mappatabe yang dipadukan dengan metode home visit mampu meningkatkan dukungan keluarga dan kepatuhan self-care pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Tim pengabdian berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan keluarga berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pengelolaan penyakit kronis di masyarakat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok