Mahasiswa dan Staff FISIP Unsulbar Cekcok Berujung Lapor Polisi, Begini Kronologinya

Ilustrasi (tribun solo.com)

Penulis : Nurcahya

Unsulbar News. Majene Seorang mahasiswa dan tenaga staff Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) cekcok.

Diketahui keributan tersebut terjadi di ruangan staff FISIP Unsulbar, Senin, 29 Agustus 2022.

Melibatkan mahasiswa hukum Miftahul Jannah (angkatan 2018) dengan staff operator Siakad, Lestari.

Kronologi diterima Unsulbar News dari Miftahul Jannah. Saat itu ia hendak konsultasi tentang perubahan nilai pada Siakad.

Dengan membawa surat perubahan nilai dari dosen kepada staf yang bersangkutan, Mifta mengaku malah dipersulit.

Lantaran harus menyertakan surat rekomendasi dari Rektor Unsulbar.

“Saya bawa surat perubahan nilaiku, saya berikan (surat) sama beliau, disitu saya dipersulit, saya harus mendapatkan surat rekomendasi dari rektor,” ungkapnya saat di temui Unsulbar News, Selasa (30/08/2022).

Masih kata Mifta sapaan akrab mahasiswi itu, ia telah bertemu Rektor kemudian diarahkan langsung ke fakultas namun tidak diterima staff.

Penolakan tersebut kata dia disertai dengan suara yang cukup keras.

Sehingga Mifta mengaku menyeimbangkan intonasi suara staff yang suaranya cukup lantang itu.

Staff tidak terima dan langsung memukul mahasiswa hukum tersebut.

“Kalau ibu memang dia suaranya keras. Karena saya takut suara saya tidak kedengaran maka saya pertegas juga suaraku. Makanya mungkin dari situ dia bilang ‘kamu ini yang butuh tapi ngegas’,” tutur Mifta.

Di sisi lain, Mifta berusaha membela diri usai mendapat pukulan.

“Saya membela diri, karena dia selalu mau serang saya, awalnya saya di pukul bagian wajah/rahan kanan yang kedua saya ditendang,” terangnya.

Karena keributan itu, staff lain yang ada di ruangan ikut melerai perkelahian tersebut dengan memegang mahasiswa dan staf yang sama-sama memberontak.

Tidak terima dengan tindakan staff, Mifta langsung membuat laporan ke Polres Majene.

Konfirmasi kronologi ke pihak staff, Lestari kepada Unsulbar News mengatakan belum bisa memberikan keterangan.

“Saya disarankan untuk tidak menerima wawancara dari media manapun sebelum penyidikan kasus ini selesai,” balasnya kepada Unsulbar News via whatsapp, Rabu (31/8/2022).

Belakang diketahui, setelah Miftahul Jannah melayangkan laporan ke Polres Majene.

Pihak staff juga ikut melaporkan balik kejadian tersebut.

Adapun pantauan Unsulbar News di FISIP, usai kejadian proses pelayanan staff tetap berjalan normal.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok