Dekan FISIP Unsulbar Sayangkan Aksi Mahasiswa dan Staff Cekcok di Kampus

Dekan FISIP Unsulbar, Dr Burhanuddin saat ditemui langsung di ruang kerjanya FISIP Unsulbar, Kecamatan Banggae Timur, Selasa (30/8/2022) siang.

Jurnalis: Nurcahya

Unsulbar News, Majene – Mahasiswa dan tenaga staff Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) diketahui cekcok.

Hal tersebut terjadi di kampus tepatnya ruangan staff FISIP Unsulbar, Senin, 29 Agustus 2022.

Kasus perseteruan yang terjadi antara mahasiswa dan staff tersebut berujung saling lapor ke Polres Majene.

Dekan FISIP Unsulbar, Dr Burhanuddin menyayangkan adanya kejadian tersebut.

Apalgai terjadi dilingkungan kampus pada jam kerja.

Kata Dr Burhanuddin, ia menerima kabar adanya keributan tersebut dari staff lainnya.

“Saya kemarin tidak berada di kantor, saya dihubungi sama pegawai,” ujarnya saat ditemui langsung di ruang kerjanya FISIP Unsulbar, Kecamatan Banggae Timur, Selasa (30/8/2022) siang.

Dekan FISIP Unsulbar mengatakan, keterangan yang ia terima bahwa mahasiswa bersangkutan meminta perubahan nilai.

Baca Juga: Mahasiswa dan Staff FISIP Unsulbar Cekcok Berujung Lapor Polisi, Begini Kronologinya

Terkait upaya perubahan nilai, Burhanuddin setuju dengan langkah yang dilakukan staff untuk meminta surat dari Rektor itu sudah tepat.

“Kemarin itu (mahasiswa) dia temui pegawai minta perubahan nilai, saya sepakat dengan pegawai saya masih memiliki integritas tinggi, tidak mau menerima bukti melalui lisan,” ungkapnya menambahkan.

Apalagi kata dia, sekarang bukan lagi waktunya untuk perbaikan nilai di Siakad. Mengingat sudah masuk masa perkuliahan semester baru.

Ketika ditanya tentang penganiyaan terhadap mahasiswa yang terjadi di wilayah kerjanya, Dekan FISIP itu masih meragukannya.

“Bukan penganiayaan, penganiayaan itu ketika tidak ada perlawanan, tapi pegawai saya juga sudah divisum,” tandasnya.

Meski kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, dirinya harap kedua belah pihak menyelesaikan secara damai.

“Saya sudah sampaikan kalau mahasiswanya mau damai ya bagus lagi. Tapi namanya juga pribadi mahasiswa, tidak bisa kita melakukan servis kepada pribadi,” terangnya kepada Unsulbar News.

Sebelum mengakhiri wawancara, Dr Burhanuddin menegaskan bahwa pihak fakultas selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik pada mahasiswa.

Serta tidak ingin ada mahasiswa yang dipersulit sehingga gagal dalam menyelesaikan studi. Maka dari kasus ini akan jadi bahan evaluasi kedepannya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok