
Jurnalis : Ihsan Badrah
Unsulbar News, Majene – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menjadikan pembuatan hutan mangrove sebagai program kerja unggulan di Desa Binanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
Penanaman dilakukan di pesisir desa yang rawan abrasi pada Rabu (20/8/2025).
Kehadiran hutan mangrove diharapkan mampu menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai serta menjaga ekosistem laut.
Selain itu, program ini juga dipandang membuka peluang pengembangan ekowisata pesisir di masa mendatang.
Camat Sendana, Nardi S Pd, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Unsulbar. Ia menilai inisiatif tersebut sejalan dengan kebutuhan desa dalam melestarikan lingkungan.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Unsulbar Gelombang XXV Angkatan 2025 yang telah menghadirkan inovasi berupa pembuatan hutan mangrove di Desa Binanga. Mari kita jaga bersama alam ini, bukan hanya untuk kepentingan kita, tetapi juga untuk diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kepala Desa Binanga, Idchan Kamase SE juga menegaskan bahwa pembangunan hutan mangrove membawa manfaat besar bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Pembangunan hutan mangrove akan memberi dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat kami,” ungkapnya.
Selain pemerintah desa, hadir pula Mangrove Learning Center (MLC) Baluno yang menjadi pusat edukasi dan destinasi wisata mangrove.
Kehadiran MLC ini memperkuat arah pengembangan desa berbasis lingkungan sekaligus wisata.
Koordinator Desa KKN Unsulbar, Abd Rahman, menambahkan bahwa program ini dipilih sebagai unggulan karena manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami bangga dapat berkontribusi melalui inovasi hutan mangrove desa. Harapan kami, program ini tidak berhenti sebagai kegiatan KKN semata, tetapi menjadi langkah nyata bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Ia juga menegaskan, program hutan mangrove akan menjadi program berkelanjutan desa.
Mahasiswa KKN yang datang selanjutnya diharapkan melanjutkan dan mengembangkan program tersebut.
Selain fokus pada penanaman mangrove, mahasiswa KKN Unsulbar juga menggelar berbagai program lain, di antaranya penyuluhan Binanga Tangkap, pembuatan infografis, peta administrasi desa dan dusun, penyuluhan stunting dan pernikahan dini, sosialisasi buku administrasi tani, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi politik dan kewirausahaan sejak dini, hingga pelatihan Microsoft Office dan PowerPoint untuk siswa.
Dengan hadirnya program tersebut, mahasiswa KKN Unsulbar berharap kegiatan mereka dapat menjadi warisan berharga bagi masyarakat Binanga, baik dalam bidang lingkungan maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Editor: Nurul Inzana Filail

