Mahasiswa Unsulbar Kembali Terlibat Dalam Event Tahunan Kemlu RI

Gambar : Krisman Heriamsal (dokumentasi pribadi)

Jurnalis : Dinda Julia Putri
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Bali Democracy Students Conference (BDSC) ke-3 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah berlangsung di Nusa Dua Bali pada 5 sampai 6 Desember 2019 kemarin.

BDSC yang merupakan bagian dari 12 tahun Bali Democrasy Forum ini mengusung tema “Demokrasi dan Inklusivitas: Pemuda dan Demokrasi Digital Inklusif”.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 pelajar dan mahasiswa di berbagai negara termasuk Indonesia.

Suatu kebanggaan, dimana dalam forum internasional ini melibatkan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) atas nama Krisman Heriamsal.

Mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Hubungan Internasional (HI), angkatan 2017 ini berkesempatan mengikuti International Event tersebut setelah melalui tahapan seleksi essay dan interview.

Ia mengatakan sangat senang dan bangga bisa lolos dan mengikuti event tersebut.

“Pastinya senang, bangga, soalnya nggak gampang untuk bisa lolos menjadi peserta dalam kegiatan ini, seleksinya sangat ketat dan kita mesti bersaing dengan ribuan mahasiswa se-Indonesia, jadi suatu kebanggaan namaku menjadi salah satu yang dipilih Kemlu untuk diikutkan dalam BDSC,” ujar pria yang akrab disapa Kris ini.

Kris mendapatkan informasi terkait BDSC melalui dua seniornya yang pernah terlibat di tahun 2017 dan 2018. Dengan demikian, ini merupakan kali ketiga nama Unsulbar hadir dalam ajang tahunan Kemlu RI itu.

Menurut mahasiswa asal Mamuju ini, latihan menulis dan kemampuan berkomunikasi sangat perlu untuk mengikuti kegiatan serupa.

“Tapi pesan saya, berdasarkan pengalaman yang saya dapat selama event ini, bahasa asing adalah hal yang sangat penting, jangan pernah berhenti belajar bahasa asing dan selalu mencari tahu tentang event-event yang bisa kita ikuti,” tuturnya.

Mengingat ini merupakan agenda tahunan, Ia berharap Unsulbar kembali meloloskan perwakilan di tahun yang akan datang.

Sedikit tambahan, selama program para peserta berbagi pengalaman mereka terkait dengan demokrasi dan inklusivitas di negara masing-masing dari perspektif pemuda.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok