
Penulis : Siti Mulkiah Nasira
Editor : Mardiwansyah
Unsulbar News, Majene. Sampah nampaknya sudah menjadi masalah klasik di daerah pesisir. Hal ini juga berlaku disalah satu daerah di Kabupaten Majene tepatnya di Lingkungan Tamo Kelurahan Baurung. Di sepanjang bibir pantai jelas terlihat buruknya kondisi pantai akibat tumpukan sampah. Baik itu sampah rumah tangga maupun sampah yang terbawa ombak.
Salah satu warga, Syafri Nur, mengatakan pengadaan tempat sampah sudah diupayakan oleh pemerintah, tapi dari 200 kepala keluarga yang ada, hanya kurang lebih 30 tempat sampah yang disediakan. Tempat sampah itu tentu tidak bisa menampung semua sampah rumah tangga masyarakat Tamo ditambah lagi mobil pengangkut sampah yang tidak pernah datang. Hal ini membuat laut menjadi pilihan alternatif tempat pembuangan sampah.
Sudah beberapa tahun, lanjut nelayan itu, ke belakang ini tidak ada mobil pengangkut sampah yang datang ke Tamo untuk mengangkut sampah. “Adanya ada, tapi kami juga selaku masyarakat bertanya kok sampai beberapa tahun belakangan ini sudah tidak ada muncul truk sampah disini (Tamo),”ungkap mantan ketua RT tersebut.
Melihat kondisi tersebut Himpunan mahasiswa perikanan (Himapri) menjadikan Lingkungan Tamo sebagai fokus utama salah satu program bulanannya yakni bakti sosial. Selain itu Himapri juga akan melakukan pembinaan kepada delapan komunitas yang ada di Tamo.
Melalu via telepon, ketua Himapri Andi Riqiq Ridwan, mengatakan, bulan tiga nanti kami akan mengadakan seminar dan pelatihan daur ulang sampah. Sementara untuk masalah tempat sampah dan mobil pengangkut sampah, kami akan mediasi dengan dinas terkait.

