
Jurnalis : Sabria
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui publikasi jurnal kembali menorehkan prestasi. Sebanyak 7 jurnal yang ditulis oleh civitas Unsulbar, mampu mendapatkan akreditasi Science and Technology Index (Sinta).
Ketua pengelola jurnal dan publikasi Unsulbar, Muhammad Aswad S Pd M Pd menyampaikan, jurnal yang terakreditasi Sinta tersebut mendapat peringkat 4 dan 5.
Baca juga : 7 Jurnal Unsulbar Raih Akreditasi Sinta, Peringkat 4 dan 5
Lantas Apa itu Sinta?
Sinta (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek.
Mengingat tingkat peradaban sebuah negara saat ini dapat dilihat dari jumlah publikasinya sehingga artikel ilmiah menjadi aset penting, itulah mengapa kini setiap negara berlomba-lomba untuk mendapatkan peringkat tertinggi dalam publikasi ilmiah.
Hal ini pula yang mendorong pemerintah untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang sekarang menjadi Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) membangun aplikasi bernama Sinta pada 30 Desember 2017.
Apa Keunggulan dari Sinta?
Sinta secara otomatis dapat meengindeks hasil karya yang telah terindeks di Scopus, Google Scholar, dan InaSTI, IPI. Sinta dilengkapi berberapa fitur utama yakni Citation adalah indeks dalam setahun untuk Google Scholar dan Scopus, Networking adalah mengetahui siapa saja yang pernah bekerja sama, Research Output adalah jurnal, artikel, buku yang telah dipublikasikan. Score adalah melihat indeks di Scopus, Google Scholar, dan Inasti
Siapa Saja yang Dapat Mendaftar Sinta?
Orang yang dapat berkontribusi di portal Sinta adalah para peneliti dan dosen. Dosen juga dianggap sebagai peneliti karena disamping mengajar di kelas, dosen juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga kedua profesi inilah yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan indeks publikasi jurnal ilmiah di negara kita.
Bagaimana cara mendaftar?
Dilansir dari Kemenristekdikti (sekarang Kemenristek/BRIN), syarat untuk dapat mendaftar atau registrasi di Portal Sinta https://sinta.ristekbrin.go.id tidaklah sulit, hanya mengisi email dan mengisi beberapa identitas diri, seperti: Nama Lengkap, Status (Peneliti / Dosen), Nomor Induk Dosen (NIDN), Instansi tempat kerja, Jabatan dalam pekerjaan.
Setelah mengisikan identitas, seperti layaknya cara mendaftar di portal yang lain yaitu Anda diminta untuk mengisikan password sebagai kata kunci keamanan setiap akan membuka portal. Perlu Anda ketahui bahwa pada saat registrasi, Anda juga diijinkan untuk memberitahukan h-indeks Anda di portal yang lain (apabila Anda sudah memiliki) seperti: h-indeks di InaSTI, Google Scholar, Scopus dan Indonesian Publication Index (IPI).
Bagaimana Jurnal dapat Terindeks di Sinta dan Bagaimana Penilaiannya?
Jurnal yang akan masuk ke Sinta harus mendaftarkan melalui portal ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) dengan alamat url: http://arjuna.ristekdikti.go.id/. Subdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti akan menugaskan Asesor Akreditasi yang terdiri dari penilai konten dan penilai manajemen untuk menilai jurnal yang masuk ke Arjuna.
Instrumen penilaian akreditasi berdasarkan pada Permenristekdikti Nomor 9 tahun 2018 dan Perdirjen Risbang no 19 tahun 2018 yang memberikan peringkat 1 sampai 6, dan diakronimkan sebagai Sinta 1 sampai 6 (S1-S6).
- Terakreditasi Peringkat 1 (S1), dengan nilai akreditasi 85 ≤ n ≤ 100
- Terakreditasi Peringkat 2 (S2), dengan nilai akreditasi 70 ≤ n < 85
- Terakreditasi Peringkat 3 (S3), dengan nilai akreditasi 60 ≤ n < 70
- Terakreditasi Peringkat 4 (S4), dengan nilai akreditasi 50 ≤ n < 60
- Terakreditasi Peringkat 5 (S5), dengan nilai akreditasi 40 ≤ n < 50
- Terakreditasi Peringkat 6 (S6), dengan nilai akreditasi 30 ≤ n < 40
Apa Keuntungan Publikasi Jurnal Ilmiah?
Publikasi di jurnal merupakan alat untuk membangun reputasi individu dosen dan universitas tempatnya mengabdi. Dengan bantuan internet, artikel yang dimuat dapat dibaca dan disitasi akademisi di dunia.
Publikasi internasional terkait hasil-hasil penelitian di Indonesia juga akan memberi dampak lain, yaitu menunjukkan posisi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.
