Menjadi Mahasiswa Jaman Now Seutuhnya

Gambar ilustrasi.

Oleh: Haekal Fikri

Unsulbar News, Majene. Dalam esai berjudul “The Problem of Generation”, sosiolog Mannheim mengenalkan teorinya tentang generasi. Menurutnya, manusia-manusia di dunia ini akan saling memengaruhi dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosio-sejarah yang sama. Maksudnya, manusia-manusia zaman Perang Dunia (PD) II dan manusia pasca perang pasti memiliki karakter yang berbeda, meski saling memengaruhi.

Berdasarkan teori itu, para sosiolong Amerika Serikat membagi manusia menjadi sejumlah generasi. Seperti generasi Era Depresi, PD II, pasca-PD II, generasi Baby Boomer I, Baby Boomer II, generasi X, Y alias Milenial, lalu generasi Z.

Mereka yang dimaksudkan sebagai generasi Z ialah yang lahir pada rentang tahun 1995 – 2010. Tentunya kita merasakan banyak perbedaan antara masing-masing generasi.

Sebagai mahasiswa, apa yang perlu kita lakukan untuk menjadi generasi Z (Jaman now) seutuhnya?

Pertama, ialah menyadari perubahan dunia yang sangat cepat, ketika kamu hanya duduk diam menikmati perubahan zaman tanpa bergerak untuk turut andil dalam perubahan tersebut, maka kamu akan tertinggal dan terlupakan. Sebagai generasi Z, kamu harus mampu menyikapi perubahan dunia dengan melek teknologi. Generasi Z lahir di zaman dimana teknologi sudah lumayan maju berkat adanya internet, namun permasalahan sekarang kamu malah kebanyakan menghabiskan waktu untuk bermain internet tanpa bisa menciptakan sesuatu dari internet itu sendiri.

Kedua, mahasiswa jaman now tidak lagi menghabiskan masa kuliahnya hanya untuk larut dalam euforia organisasi semata, karena sesungguhnya masa untuk berproses dalam organisasi dimulai dari SD sampai SMA. Kemudian apa yang harus dilakukan jikalau tidak berorganisasi? Bukan melarang, namun sekali lagi tidak larut dalam organisasi, kecuali mau menjadi anggota DPR ya gak apa-apa. Gunakanlah waktu kuliahmu semaksimal mungkin dengan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak dan dirimu sendiri.

Ketiga, cari dan kembangkan sikilmu. Mahasiswa jaman now harus memiliki skill di luar jurusan yang dia pilih, skill menjadi poin plus setelah masa kuliah.

Bagaimana mengembangkan ataupun mencari skill?

Caranya, gabunglah dengan organisasi/komunitas yang berhubungan dengan pengembangan skill atau bertemanlah dengan orang-orang yang sudah punya pengalaman luar biasa.

Keempat, perluas koneksi ke semua orang yang memiliki pengalaman dan pekerjaan luar biasa yang suatu saat dapat membantu kamu di setiap masalah yang kamu alami.

Kelima, pilihlah pekerjaan yang menginspirasi dan jangan takut untuk meninggalkan zona nyaman ke zona aman. Sebagian mahasiswa merasa tujuan mereka kuliah hanya sekedar wisuda sehingga mereka hanya menikmati masa kuliah dengan fokus belajar di kelas karena mereka yakin akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Sekali lagi, dunia berubah sangat cepat sehingga beberapa jenis pekerjaan akan tidak dibutuhkan lagi dan hanya skill yang mampu menyelamatkan kita. Memang berat untuk berhijrah ke tempat yang lebih baik karna kita sudah terlanjur nyaman dan susah move on, namun percayalah bahwa zona aman akan mengantarkanmu kepada kesuksesan. Buatlah pekerjaanmu sendiri mulai sekarang bukan mencarinya setelah masa kuliah, karna mahasiswa jaman now generasi emas Indonesia yang akan banyak membuat perubahan.

Mulai sekarang sebagai mahasiswa jaman now, kita harus menawarkan sesuatu kepada dunia bukan hanya mengonsumsi apa yang dunia tawarkan kepada kita. Mengapa? Supaya kita tidak selamanya menjadi pasar, dengan kemajuan teknologi kita bisa bersaing kok dengan negara lain karena yang penting niat, usaha dan doa.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok