
Penulis: Muhammad Irpan
Unsulbar News, Majene – Sebanyak 25 petani Kelompok Tani Luhur, Desa Ugi Baru, Kabupaten Polewali Mandar, mengikuti pelatihan pembuatan eco-enzyme yang diselenggarakan Tim Pengabdian Kemitraan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), pada Minggu (7/6/2026)
Kegiatan ini hadir sebagai solusi dua persoalan warga desa: tingginya limbah organik rumah tangga dan ketergantungan petani pada pupuk kimia yang harganya mahal.
Melalui pelatihan, warga diajarkan mengolah sisa sayuran dan kulit buah menjadi pupuk organik cair serta pestisida nabati yang bermanfaat bagi pertanian.
Ketua Tim Pengabdian, Ratna Sari, S Pd M Pd menjelaskan teknologi eco-enzyme mudah diterapkan dan berdampak besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan sisa sayuran dan kulit buah dari dapur tidak seharusnya berakhir di tempat sampah. Melalui proses biofermentasi sederhana, limbah ini dapat diubah menjadi pupuk organik cair dan pestisida nabati yang bisa diproduksi sendiri oleh petani,” ujar Ratna Sari.
Dalam pelatihan, peserta langsung mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dengan mencampur tiga bagian limbah organik, satu bagian molase atau gula merah, dan 10 bagian air. Campuran difermentasi anaerobik selama kurang lebih tiga bulan hingga siap pakai.
Baca Juga: Berbasis STEM, Siswa SMPN 7 Majene Belajar Buat Eco-Enzyme Bersama Tim Pengabdian Unsulbar
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ketua Kelompok Tani Luhur, Muhammad Saleh Amme, menilai program ini tepat sasaran.
“Ini ilmu berharga dan tepat sasaran bagi kami. Selama ini kami bergantung pupuk kimia. Jika eco-enzyme rutin kami produksi, tentu hemat biaya tanam dan tanah sawah bisa subur kembali seperti dulu,” tuturnya.
Sebagai dukungan keberlanjutan, Tim Unsulbar menyerahkan tiga unit fermentor anaerobik kapasitas 20 liter kepada Kelompok Tani Luhur. Bantuan langsung dipakai untuk produksi eco-enzyme perdana di desa.
Melalui program ini, Unsulbar mendorong pengelolaan sampah lebih baik dan membuka peluang usaha berbasis eco-enzyme yang berpotensi menambah pendapatan masyarakat.
Desa Ugi Baru diharapkan menjadi percontohan pertanian organik dan ramah lingkungan di Sulawesi Barat
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

