
Jurnalis : Muhammad Rifaldi. B
Unsulbar News, Majene – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Pandaraq Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar pembukaan Parromai IX (Penerimaan Anggota Baru) di Auditorium Mini Unsulbar pada Senin (29/09/2025).
Mengusung tema KARSA “Karya dan Rasa”, kegiatan ini dihadiri oleh Plt Wakil Rektor III, Dr H Muh Jamil M Pd, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Herli S Pd M Si, Pembina II UKM Seni Pandaraq Aco Hardianto S P, kader Pandaraq, BEM fakultas, serta perwakilan UKM lingkup Unsulbar.
Randi Wiratman, kerap di sapa Randi sekaligus Ketua Umum UKM Seni Pandaraq menyampaikan, sebanyak kurang lebih 203 orang yang turut serta dalam penerimaan anggota baru Parromai IX UKM Seni Pandaraq, dan hal tersebut sebuah pencapaian yang sangat luar biasa dari perekrutan sebelum-sebelumnya.
“Untuk perekrutan Parromai IX, baru saja kami merekrut peserta mencapai lebih dari 200. Mulai dari Paromai I sampai VIII jumlah peserta tidak pernah sampai 100. Tapi sekarang di Paromai IX mencapai lebih dari 200 peserta,” ucap Ketua Umum Pandaraq, Randi.
Randi juga menyampaikan harapan agar pimpinan kampus memberikan dukungan dalam bentuk penambahan fasilitas, khususnya alat musik dan perlengkapan seni, mengingat jumlah kader baru yang semakin banyak.
“Kebetulan Pak Wr 3 tadi hadir dan kami sampaikan agar ada dukungan, khususnya pengadaan alat. Saat ini alat di UKM Seni Pandara sedikit, jadi kami terus menekan dan meminta pimpinan untuk memfasilitasi alat baru. Karena peserta sekarang banyak, kami harus gantian alat. Upaya kami adalah mengusahakan penambahan alat baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Wakil Rektor III Unsulbar, Dr H Muh Jamil M Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
Menurutnya, Pandaraq tidak hanya berkontribusi dalam mengembangkan seni dan budaya Mandar, tetapi juga mampu merangkul mahasiswa lintas etnis.
“Ya, kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh UKM Pandaraq ini karena ini merupakan kontribusi besar terhadap pengembangan Sulbar, terutama pengembangan seni dan budaya daerah. Dan ini kan luar biasanya karena bukan hanya orang Mandar. Tetapi non etnis Mandar juga ikut di dalamnya,” ucapnya.
Ia menegaskan, sudah menjadi tugas universitas untuk memberikan dukungan kepada seluruh lembaga kemahasiswaan, baik BEM maupun UKM.
“Oh, harus. Itu tugas bantuan pimpinan, tugas universitas untuk memberikan, memfasilitasi semua lembaga kemahasiswaan, baik itu badan eksekutif mahasiswa ataukah itu unit kegiatan mahasiswa, tentu sesuai dengan kemampuan universitas. Insyaallah suatu saat nanti semua akan terfasilitasi. Tapi karena kondisi kita saat ini masih seperti ini, ya tentu terbatas dulu fasilitasnya ya,” tambahnya.
Selain itu, ia menyinggung peluncuran kurikulum mafia (Mahasiswa Aktif Organisasi) yang mewajibkan mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi sebagai sarana belajar kepemimpinan dan manajemen.
“Iya, harus. Jadi dengan diluncurkannya kurikulum mafia, semua mahasiswa harus mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan. Karena itu menjadi wajib. Sebab dengan adanya kurikulum mafia untuk terutama mempelajari proses kepemimpinan dan manajemen kepada setiap mahasiswa,” tutupnya saat di wawancarai Unsulbar News.
Ketua Panitia PAB Parromai IX, Muhammad Fiqri, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2024, menambahkan bahwa acara inti PAB akan dilaksanakan di Lapangan Tamangalle pada Sabtu (04/10/2025).
Ia mengakui ada beberapa kendala teknis saat pembukaan, seperti keterlambatan tamu undangan dan jadwal yang bertepatan dengan perkuliahan peserta.
“Kendalanya ada peserta yang masih kuliah dan tamu undangan datang terlambat, jadi pembukaan mundur dari jadwal. Namun untuk acara inti, semua persiapan sudah siap,” jelasnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada panitia agar tetap solid dan semangat dalam menjalankan kegiatan.
“Harapan saya panitia tetap kompak, saling mengerti, dan semangat sampai kegiatan selesai,” tutupnya.
Editor: Nurul Inzana Filail

