
Jurnalis : Dinda Julia Putri
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Debat Kandidat Calon Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) usai digelar di pelataran Rektorat Unsulbar, Rabu (19/02/2020) kemarin.
Tiga Pasangan calon (Paslon) beradu argumen yaitu Nomor urut 1, Muhammad Iqsam (Akuntasi, 2015) dan wakilnya Irwan (Pendidikan Fisika, 2016). Nomor urut 2, Muh Arabi (Teknik Sipil, 2015) didampingi Abd Rahman (Agribisnis 2017) sebagai wakil. Serta Nomor urut 3 yakni A Muh Asrul Mawardi (Ilmu Hukum, 2016) dan wakilnya Arman Febrian (Matematika, 2016) yang disaksikan puluhan mahasiswa.
Lantas dari debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) itu. Bagaimana pengaruhnya bagi mahasiswa Unsulbar dalam menentukan pilihan pada 25 Februari mendatang?.
Menjawab hal tersebut, kamipun memilih beberapa mahasiswa untuk dimintai keterangan.
Mahendra Syam (Budidaya Perairan) misalnya, setelah menghadiri proses debat ia berubah pilihan berdasarkan dengan adu argumen antar Paslon.
“Kalo saya sih, ada perubahan, awalnya saya merasa ada yang saya pilih, tetapi setelah melihat proses debat ternyata ada yang lebih bagus argumennya dari pada yang saya pilih sebelumnya,” ujar mahasiswa 2017 itu (19/02).
Berbeda dengan Fahreza, mahasiswa Agribisnis 2017 ini memiliki pilihan sebelum debat berlangsung dan tetap mempertahankan pilihannya setelah proses debat.
“Mungkin dari awal saya pilih karena orang yang saya kenal dan saya tahu ia mampu menjalankan amanah sebagai ketua dan wakil presma,” ujarnya.
Kemudian, dari Teknik Informatika Angkatan 2017, Nur Lismawati. Sebelum dan setelah melihat proses debat, ia belum memiliki pilihan paslon. “saya belum memiliki pilihan, karena berdasarkan argumen saja belum cukup,” tutupnya.
