
Laporan : Khairunnisa Lukman
Unsulbar News, Palu. Anjungan nusantara yang dulunya menjadi salah satu ikon kota Palu, saat ini di penuhi oleh ribuan manusia untuk menyaksikan pelepasan baliho Palu Nomoni yang di lakukan oleh majelis zikir Nurul Khairat Jumat (05/10/18).
Ketika baliho tersebut di turunkan, seketika seluruh Jamaah dan masyarakat yang hadir melantunkan shalawat sambil menitikan air mata pilu, mengingat kejadian tragis pada 28 september lalu yang menimpa masyarakat kota Palu.
Bahar salah satu jamaah zikir mengatakan hari ini akan selalu mengingatkan masyarakat kota palu agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan merenungi kejadian sebagaimana dunia dengan kerasnya menggoncang dan mengayun. Saat gempa terjadi ia juga mengatakan dirinya sempat terlempar, terayun-ayun seperti ondel-ondel.
“Secara historis Balia atau ritual pemanggil setan sangat bertentangan dengan penghuni Sulawesi tengah, acara itu juga hanya menghabiskan anggaran dan hanya hura-hura saja,” jelas bahar.
Baca juga : Do’a Bersama Pasca Gempa, 1000 Jamaah Ikut Dzikir di Pesisir Pantai Selat Palu

