
Penulis: Nila Isnaina
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Media online Unsulbar News hadirkan Jurnalis senior, Kadir Tanniewa sebagai narasumber di hari kedua Pelatihan Jurnalistik, Fotografi dan Videografi, Kamis (07/02/2019).
Bahas seputar teknik penulisan berita, pria yang memulai karir jurnalis tahun 2000 ini tidak diragukan lagi masalah pengalaman. Pernah bergabung di Ujung Pandang Pos, menjadi reporter radio, tabloit serta stasiun televisi swasta nasional dan sekarang menjadi Kepala Biro Radar Majene.
Dihadapan peserta pelatihan, ia menjelaskan bagaimana pola menulis yang baik dan benar.
“Pola penulisan hendaknya bergaya piramida terbalik,” ujarnya
Lebih lanjut, teknik penulisan ini mengutamakan bagian terpenting dari peristiwa dengan langsung ke inti tanpa bertele-tele.
Adapun penjelasan atau detai informasi dan tambahan yang sifatnya kurang penting sebaiknya ditulis di paragraf akhir. Selain memudahkan dalam menulis, proses editing akan lebih mudah sehingga tidak memakan waktu yang terlalu lama.
Berdasarkan pengalaman beliau, nyatanya masih banyak jurnalis baik pemula ataupun senior yang malah sebaliknya menggunakan pola piramida tegak. Mengawali tulisan dengan hal yang tidak penting hingga sulit dipahami dan membuat pembaca bosan.
“lagi-lagi jam terbang dan kemauan untuk belajar,” ungkapnya memotivasi
Selain itu, kesalahan yang sering ia temui khususnya dalam media online adalah penulisan jabatan yang sebaiknya di awal sebelum nama, titel tidak perlu menggunakan titik koma, serta kata beliau, bapak atau ibu tidak perlu ditulis.
Baca juga : http://www.unsulbarnews.com/event-kampus/unsulbar-news-gelar-pelatihan-jurnalistik-unasman-ikut-terlibat

