
Jurnalis: Nur Arifah
Unsulbar News, Majene – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) adakan pembekalan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bagian dari agenda peluncuran Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Acara ini berlangsung di Ruang Teater Gedung A, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut ditujukan kepada para mahasiswa Asistensi Mengajar sebagai salah satu wujud nyata dari arah baru Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat.
Program tersebut mendorong mahasiswa agar tidak hanya berperan dalam proses pengajaran, tetapi juga agar memiliki kepedulian terhadap persoalan pendidikan yang dihadapi peserta didik dan masyarakat dalam skala yang lebih besar.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai konsep dan karakteristik ATS, strategi identifikasi, pendekatan, pendampingan, serta tindak lanjut dalam penanganannya.
Diketahui sebelumnya kegiatan hanya berfokus pada asistensi mengajar di sekolah. Dengan adanya unit baru ini, ruang kontribusi diperluas pada bidang edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini juga menjadi momentum bagi FKIP Unsulbar dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi.
Ketua Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Asmirinda Resa, S Pd, M Pd dalam laporannya menyampaikan, transformasi Unit Asistensi Mengajar menjadi Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat merupakan respons terhadap berkembangnya kebutuhan pendidikan di lapangan.
“Sebagai Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kami memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyiapkan mahasiswa menjadi calon pendidik, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar dan berkontribusi secara langsung terhadap persoalan pendidikan di lapangan,” ucap Asmirinda.
Lebih lanjut ia menjelaskan, selama pelaksanaan Asistensi Mengajar terdapat tiga bentuk program utama yang dikembangkan. Pertama, pengajaran di sekolah sebagai bentuk rekognisi nilai Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Kedua, program berdampak di sekolah. Ketiga, program berdampak di masyarakat sebagai bentuk rekognisi nilai Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mahasiswa juga didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang program, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat.
“Seiring dengan berkembangnya pelaksanaan Asistensi Mengajar, kami melihat bahwa berbagai program tersebut memiliki ruang yang lebih luas untuk dikembangkan. Karena itu, unit Asistensi Mengajar hari ini ditransformasikan menjadi Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat,” sambungnya.
Transformasi tersebut bukan hanya sekadar perubahan nama, tetapi membawa semangat baru dari asistensi mengajar menuju edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Tercatat, pada periode ini sebanyak 451 mahasiswa Asistensi Mengajar telah melaksanakan kegiatan di lapangan yang tersebar di 34 sekolah mitra, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Kolaborasi FKIP dengan Dinas Pendidikan Sulbar
Diketahui, program tersebut juga merupakan tindak lanjut kerja sama FKIP Unsulbar dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung upaya penanganan ATS.
Ke depan, berbagai program edukatif lainnya akan terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan sekolah dan masyarakat. Peluncuran Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat menjadi penanda arah baru FKIP Unsulbar dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif.
Dalam ekosistem tersebut, perguruan tinggi memiliki peran dalam edukasi, pendampingan riset, dan penguatan kapasitas. Sekolah berperan dalam identifikasi dan pendampingan. Pemerintah mendukung melalui kebijakan dan program, sementara mahasiswa menjadi bagian dari penggerak lapangan.
Dengan kolaborasi tersebut, Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat diharapkan menjadi wadah yang mampu menghubungkan kekuatan kampus dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Unsulbar, Prof Muhammad Abdy, S Si, M Si, disaksikan langsung oleh Dekan FKIP Unsulbar, Dr Kartika Hajati, M Pd beserta jajarannya.
Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, S IP, M Si. Sementara itu, berbagai lembaga kampus juga turut memberi dukungan lewat kehadirannya dalam rangkaian acara secara dari
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

