
Penulis: Khairunnisa Lukman
Editor: Mardiwansyah
Unsulbar News, Majene: Alumni PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) melaksanakan roadshow pertama tahun ini di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Majene. Acara dihadiri ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Aris Munandar, beberapa alumni KNPI tahun 2011-2017 serta beberapa mahasiswa dari berbagai Universitas di Sulawesi Barat.
PPAN merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus mempersiapkannya menghadapi tantangan global di masa mendatang. Program ini dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mengirimkan duta muda terbaik Indonesia di berbagai program pertukaran. Di tingkat Provinsi Sulawesi Barat, pengelolaan administrasi program pertukaran tersebut secara resmi ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga yang bekerja sama dengan mitra utamanya yakni Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) sebagai organisasi perhimpunan alumni program pertukaran.
Ditemui jurnalis Unsulbar News Nur Alam salah satu alumni PPAN 2014 dalam Program SSEAYP (The Ship for South East Asian Youth Program) menjelaskan, dalam PPAN itu sendiri sekarang ada 7 program yang bisa diikuti yaitu SSEAYP (Ship for South East Asia Youth Program), ICYEP (Indonesia Canada Youth Exchange Program), AIYEP (Australia Indonesia Youth Exchange Program), IMYEP (Indonesia Malaysia Youth Exchange Program), IKYEP (Indonesia Korea Youth Exchange Program), CHIYEP (China Indonesia Youth Exchange Program), dan AISEP (Asean India Student Exchange Program). Masing-masing program memiliki misi yang berbeda-beda namun secara umum misi dari PPAN ini adalah untuk meningkatkan persahabatan dan saling pengertian antara pemuda Indonesia dan pemuda dari Negara lain, memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pemuda Indonesia dan Negara lain untuk saling mengenal lebih dekat tentang kebudayaan, adat istiadat, sosial-ekonomi, dan kemajuan pembangunan di kedua negara untuk memperluas cakrawala pandang pemuda. “Insya Allah pendaftaran dibuka mulai awal April 2018 karena kami masih menunggu kuota program yang diberikan oleh Kemenpora (kementerian Pemuda dan Olahraga),” jelas Muna sapaan akrabnya.
Aris Munandar selaku ketua KNPI Kab. Majene juga mengharapkan kepada para pemuda agar dapat memaksimalkan potensi yang di miliki dan ikut andil dalam majunya Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) khususnya Kab. Majene.
Seleksi calon peserta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. WNI, Penduduk SULBAR (dibuktikan dengan foto kopi KTP (kartu tanda pengenal yang masih berlaku)
2. Berusia dalam batasan 18 hingga 30 tahun, dengan ketentuan sebagai berikut
a. Sehat jasmani dan rohani, Bebas narkoba dan tindakan kriminal,
b. Belum menikah, Pendidikan minimal lulus SLTA atau sederajat.
c. Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, motivasi yang kuat, serta kemampuan interpesonal yang berkembang baik
d. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai seni budaya bangsa, serta menguasai setidaknya 1(satu) bentuk kesenian daerah Sulawesi Barat
e. Memiliki wawasan kebangsaan dan antar bangsa yang kuat
f. Dapat bekerja sama dalam kelompok dengan baik
g. Belum pernah mengikuti program pertukaran pemuda antar negara yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (eks-Ditjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, Kementerian Pendidikan Nasional)
h. Menyerahkan formulir pendaftaran yang sudah diisi lengkap (termasuk foto)
i. Lulus seleksi di tingkat provinsi dan bersedia mengikuti semua tahapan selanjutnya di tingkat Nasional
Jenis program berdasarkan usia:
a. Program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada (PPIK), usia 18-23 tahun,
b. Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA), usia 21-25 tahun,
c. Program Pertukaran Pemuda Indonesia Malaysia (PPIM), usia 23-27 tahun,
d. Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea Selatan (PPIKS), usia 18-25 tahun,
e. Program Pertukaran Pemuda Indonesia Cina (PPIC), usia 18-25 tahun,
f. Program Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP), usia 20-30 tahun.
