
Penulis : Gabriel Edo (Hubungan Internasional 2020)
Unsulbar News, Majene – Riska Wirdha Astrianti (Keperawatan 2019) dan Dewa Komang Sriati (Keperawatan 2019) terpilih secara aklamasi sebagai ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (BEM Fikes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) periode 2021 – 2022.
Hasil tersebut dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung selama 3 hari, 17 – 19 Desember 2021 di Aula Tasha Center.
Kepada Unsulbar News, Riska selaku Ketua BEM Fikes yang terpilih secara aklamasi mengatakan, meski ia dan wakilnya adalah perempuan hal tersebut tidak akan menghambat kinerja.
“Jadilah perempuan revolusionerP yang dapat memberikan perubahan, mulai dari persepsi masyarakat mengenai gender,” ujar Riska (20/12).
Lebih lanjut, mahasiswi angkatan 2019 itu menilai menjadi pemimpin itu tidak harus laki-laki.
“Menjadi seorang pemimpin bukan hanya dilihat dari gendernya, tetapi bagaimana perempuan tersebut mengaktualisasikan amanah yang telah diberikan. Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi,” tandasnya. (19/12)
Dari satu tahun masa jabatannya ke depan, Rizka dan Komang ingin mematahkan stigma bahwa perempuan itu lemah.
“Harus mematahkan pandangan masyarakat yang menganggap bahwa perempuan itu lemah dan tidak bisa memimpin,” tambahnya.
Adapun visi Ketua dan Wakil Ketua terpilih BEM Fikes Unsulbar tersebut yaitu menjadikan BEM Fikes Unsulbar sebagai lembaga eksekutif kampus yang memberikan konsultasi nyata bagi mahasiswa Fikes serta lebih responsif dan solid.
Serta menjungjung tinggi yang namanya etika, moral dan kesenioritasan.
Selain visi, juga memiliki tiga misi diantaranya, mendukung sistem kerja yang profesional serta mewujudkan BEM Fikes Unsulbar yang inklusif.
Bekerja dengan komitmen dan memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang diemban.
Serta meningkatkan kualitas kerja pengurus BEM Fikes Unsulbar.
Sebelumnya ketua dan wakil ketua BEM Fikes Unsulbar periode 2020-2021 juga perempuan.
Dimana Atikah (Keperawatan, 2018 sebagai ketua dan Nita Arullita (Keperawatan, 2018).
