
Penulis : Dewi Anjarwati
Editor : Muh Taufan Amir
Unsulbar News, Majene . Lembaga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Cabang Majene Sulawesi Barat, kini telah melakukan Musyawarah Anggota Komisariat ( MAK ) ke-I. dimana Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) telah terbagi menjadi lima komisariat yaitu Ekonomi,Fisip,Fapertahut,Mipa serta komisariat gabungan Teknik dan Fapetkan (FTKPP).
Bertempat di gedung perkuliahan fakultas ekonomi (Selasa,20 Februari 2018), komisariat gabungan fakultas teknik dan fakultas peternakan dan perikanan( Fapetkan) telah melakukan MAK dan Pemilihan pimpinan karateker GMNI Unsulbar . Kegiatan tersebut di hadiri oleh Bung Yusril ( Ketua Pimpinan Persatuan Alumni GMNI Sulawesi Barat), Ketua Pimpinan Cabang GMNI Kab. Majene ( Bung Muid ), Ketua Pimpinan IMM cabang Majene, dan para pimpinan komisariat karateker fakultas lingkup Unsulbar.
Ditemui jurnalis Unsulbar News, Ketua Pimpinan Alumni GMNI Sulawesi Barat mengatakan bahwa sebagai kota pendidikan Majene menjadi fokus GMNI Sulawesi Barat untuk mengembangkan gagasan kebangsaan khususnya kepada mahasiswa. “saya lihat di Unsulbar ini masih sedikit organisasi yg berideologi kebangsaan, makanya dengan hadirnya GMNI ini memberikan warna baru bagi Unsulbar dan Alhamdulilah lima komisariat yang telah terbentuk ini, kami berharap seluruh komisariat dapat berkembang dengan kader-kader militan, progresif dan revolusioner” ujarnya.
Terkait adanya isu yang berkembang mengenai tidak adanya organisasi lain yang bisa hidup di fakultas tekhnik, selain BEM Teknik itu sendiri, Yusril menganggap hal itu disayangkan dan dapat berpotensi mencederai prinsip demokrasi di kampus. “ Menurut saya, ini mencederai demokrasi , karena kenapa ? sejarah di Universitas lain, tidak membatasi organisasi/ lembaga masuk di kampus, selama dia berasaskan pancasila dan ingin bersama sama membangun kampus”
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan dengan adanya pembahasan ini juga melanggar hak asasi manusia dalam hal kebebasan berserikat, dan berkumpul sebagaimana diatur dalam UUD 45. “ini bisa mengarah pada bilik hukum dimana nanti tersangkanya ini orang-orang yang menghalangi organisasi masuk di kampus, saya rasa pointnya disitu ,tidak boleh ada larangan selama lembaga tersebut tidak mencederai kampus” tegas Bung Yusril .
Namun menangapai hasil pertemuannya dengan gubernur Bem teknik, bung Yusril mengaku sudah menemui titik terang. “Saya juga telah berbicara dengan gubernur Bem teknik, beliau juga telah sepakat dan mendukung untuk mendirikan komisariat, biar ada pembelajaran pada lembaga eksternal dan internal. Hanya saja kepada saya, beliau (gubernur Bem Teknik) menyarankan harus konsultasi dulu” jelas Yusril.
Di tempat yang sama, Ketua karateker Pimpinan GMNI Komisariat FTKPP Unsulbar bung Fahrul Ramli mengaku senang dan akan mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
Adapun mengenai isu yang berhembus tentang polemik pembentukan pengurus GMNI komisariat teknik, Fahrul Ramli yang juga mahasiswa teknik menilai itu hanya persoalan komunikasi antar lembaga.“ Sebenarnya tidak ada larangan ada lembaga eksternal untuk mahasiswa di teknik, kan ini juga dapat membawa nama baik fakultas teknik nantinya” singkat Fahrul Ramli.
