Puisi : Kedai Kopi Terbalut Kesenian

Gambar : Ilustrasi (sumber : www.aliekspress.com)

Oleh : Isvani Arief

Termenung memandang rumput yang malu ketika aku pandang

Pria dan kedai kopinya melaju di depan mataku

Dia menuang kopi dengan menyusun mantra seni

Nampaknya dia ahli meracik untuk menjadikan sebuah inspirasi

 

Kedai kopi yang manis,kau perlu tau

bahwa si peracik kopi telah menjelma menjadi kemanisan,

Meskipun ia begitu pahit

Sentuhan aroma Kopi membuatku terhipnotis

Hingga lupa waktu pulang

 

Kau berhasil membuatku berteduh di depan kedai kopimu

Kau mampu memupuk kesenian yang berasal dari dalam jiwa

Bergelombang,tapi tak nampak memilukan

 

Seduhan di malam hari,kau jamu dengan hasil pengorbanan

Cangkirmu retak, retak karena derasnya bait sajakku

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok