
Penulis : Nurliani
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Sebagai respon atas tuntutan mahasiswa di tanggal 14 Juni, pihak kampus bersama aliansi solidaritas mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan audiensi pada hari Rabu, 17/06/2020, di aula Tasha Center, Majene.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Rektor Unsulbar Dr Ir H Akhsan Djalaluddin MS, wakil Rektor 2 Ir H Anwar Sulili, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Drs Abdul Latif Dolla MM, kepala penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Dr Enny Radjab MSi, Dekan dan beberapa civitas akademika Unsulbar.
Dalam audiensi, Akhsan memaparkan surat keputusan dan peraturan kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ajaran 2020-2021 terkait opsi solusi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni; menunda pembayaran, menyicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak.
Mengenai opsi solusi tersebut, Akhsan menuturkan dapat mengajukan surat permohonan dari orang tua dan tinjauan ke rumah mahasiswa yang bersangkutan. ” Semua ini bisa kita lakukan tetapi dengan berbagai pertimbangan, utamanya membentuk tim peninjau disetiap fakultas untuk melakukan kunjungan kerumah mahasiswa sebagai bukti,” ujarnya
Lanjut Aksan, UKT mahasiswa non Bidikmisi Unsulbar akan mendapat penurunan sebesar 50% dari jumlah awal. “Jadi, sudah diputuskan bahwa kita akan mengurangi pembayaran UKT untuk semester depan sebesar lima puluh persen. kalo Bidikmisi, sudah tidak bisa kita apa-apakan karena sudah jelas penetapanya,” Kata Rektor
Sebelumnya, Ada 6 poin tuntutan mahasiswa, yakni:
- Menurunkan UKT semester ganjil tahun ajaran 2020-2021
- Mengembalikan UKT semester genap tahun ajaran 2020-2021
- Melibatkan mahasiswa dalam membahas kebijakan UKT
- Kejelasan atas dana praktik
- Kejelasan mengenai Kuliah Kerja Nyata KKN 2020, dan
- Perpanjang perbaikan nilai.
Mengenai pengembalian UKT semester genap tahun akademik 2019- 2020, Akhsan mengungkap agak susah terpenuhi karena kuliah daring baru dilakukan kurang lebih pada awal bulan April, itu berarti ada kelas yang dilaksanakan di kampus sebelum ada pandemi Covid19.

